Tempuh 4.327 Km dari Merauke, Yudhistira Al Fadlan Jadi Mahasiswa Terjauh UAD 2026

Yudhistira Al Fadlan jadi mahasiswa terjauh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 (Foto. Yudhistira)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menjadi magnet bagi talenta muda dari berbagai pelosok nusantara. Pada tahun akademik ini, predikat mahasiswa terjauh disandang oleh Yudhistira Al Fadlan. Alumnus SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Merauke tersebut rela menempuh perjalanan sejauh 4.327 Kilometer dari Merauke, Papua Selatan, demi menimba ilmu di Program Studi (Prodi) S-1 Teknik Elektro UAD.
Keterbatasan pilihan perguruan tinggi di kampung halaman menjadi motivasi utama Yudhistira untuk merantau jauh ke Pulau Jawa. Ketertarikannya pada bidang ketenagalistrikan mengalir dari sang ayah yang merupakan seorang pensiunan pegawai PT PLN. Reputasi UAD sendiri ia ketahui melalui informasi dan rekomendasi saudaranya yang telah lebih dulu menempuh perkuliahan di kampus ini.
Melangkah ribuan kilometer jauh dari dekapan keluarga bukanlah perkara mudah. Kendati demikian, wejangan dari kedua orang tuanya menjadi dorongan terbesar bagi Yudhistira untuk berani mendobrak batas kenyamanan.
“Orang tua selalu berpesan, mumpung masih muda kuliah sejauh-jauhnya, jangan selalu berdiam di zona nyaman. Mereka sangat mendukung ketika saya memilih kuliah di UAD. Harga tiket pesawat dari Merauke ke sini memang terhitung tidak murah, bahkan sudah setara biaya jalan-jalan ke luar negeri. Oleh karena itu, saya bertekad tidak akan mengecewakan orang tua,” tuturnya.
Setibanya di Yogyakarta, Yudhistira mendapati suasana yang sangat berbeda. Udara Yogyakarta dirasakannya sejuk, kontras dengan kondisi Merauke yang cenderung terik dan gersang akibat kebakaran serta penebangan hutan. Perbedaan suhu tersebut sempat membuat kondisi fisiknya menurun seusai merampungkan agenda Program Pengenalan Kampus (P2K).
Meski menghadapi tantangan adaptasi cuaca, Yudhistira mengaku sangat menikmati atmosfer kampus barunya. Melalui kegiatan P2K, ia mendapatkan pengalaman berharga karena dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari beragam pulau hingga luar negeri—hal yang jarang ia temui di kampung asalnya.
Kini, setelah kondisi fisiknya kembali pulih dan perkuliahan mulai berjalan aktif, langkah Yudhistira terasa makin mantap. Baginya, merantau jauh ke Yogyakarta bukan sekadar mengejar gelar demi membahagiakan orang tua, melainkan membawa pulang perubahan nyata untuk tanah kelahirannya.
“Di Merauke itu terkadang masih sering mati listrik. Jadi setelah lulus dari Teknik Elektro UAD nanti, impian terbesar saya ingin ikut berkontribusi membangun pembangkit listrik di sana, supaya kebutuhan listrik warga bisa terpenuhi dengan baik dan tidak sering padam lagi,” tuturnya penuh harap. (Ito)
