Mahasiswa UAD Hadirkan Mesin Extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan mesin extruder untuk UKM Putri 21 Gunungkidul (Foto. KKN-PKM UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PKM) DPPM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyerahkan mesin extruder atau alat pembuat beras analog kepada UKM Putri 21 di Dusun Sumberejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu, 12 September 2026. Penyerahan alat tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran produksi beras analog berbahan dasar singkong yang sebelumnya terkendala kerusakan alat.
Penyerahan mesin dilakukan setelah tim mahasiswa menemukan bahwa alat produksi milik UKM Putri 21 sudah rusak dan tidak dapat digunakan secara optimal. Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi terhambat dan jumlah beras analog yang dihasilkan menurun. Dengan adanya mesin baru, UKM Putri 21 diharapkan dapat kembali meningkatkan kapasitas produksinya.
Ketua kelompok KKN-PKM UAD, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa pengadaan alat tersebut merupakan upaya untuk membantu mengatasi kendala produksi yang dihadapi UKM Putri 21.
“Saat survei awal, kami melihat alat produksi yang lama sudah rusak sehingga UKM kesulitan memproduksi beras analog dari singkong dalam jumlah banyak. Karena itu, kami menghadirkan alat yang baru agar produksinya bisa berjalan lagi dan kuantitasnya meningkat,” katanya.
Selain menyerahkan mesin, tim mahasiswa juga memberikan pendampingan berupa pelatihan penggunaan alat dan strategi pemasaran produk. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KKN-PKM yang bertujuan membantu masyarakat mengembangkan usaha melalui penerapan teknologi dan pendampingan usaha.
Beras analog merupakan produk pangan berbentuk butiran menyerupai beras yang dibuat dari sumber karbohidrat nonpadi, seperti singkong, jagung, dan sorgum. Produk ini berpotensi mendukung diversifikasi pangan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Sebagai salah satu daerah penghasil singkong, Gunungkidul memiliki potensi bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk tersebut.
Ketua UKM Putri 21, Suti Rahayu, menyambut baik bantuan mesin yang diberikan oleh mahasiswa UAD. Ia berharap alat tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi permintaan konsumen.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa UAD. Alat yang lama sudah rusak dan produksi kami sempat tersendat. Dengan alat baru ini, kami berharap bisa membuat beras analog lebih banyak dan memenuhi permintaan yang ada,” kata Suti.
Dosen pembimbing lapangan (DPL) menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan tujuan KKN-PKM untuk menghadirkan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia berharap anggota UKM Putri 21 dapat memanfaatkan serta merawat mesin dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program ini, tim KKN-PKM UAD berharap UKM Putri 21 dapat mengembangkan beras analog berbahan dasar singkong sebagai produk unggulan lokal. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan anggota UKM sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. (dnd)
