Mahasiswa UAD Latih Masyarakat Olah Talas Pratama Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih masyarakat olah talas pratama jadi produk bernilai ekonomi (Foto. Tim MeRAMU)
Tim MeRAMU Dahlan Muda 2026 Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pengolahan Talas Pratama menjadi produk pangan bernilai tambah melalui program Talas Lokal Bernilai Tambah (Talenta). Program ini dilaksanakan melalui dua subprogram, yakni Talastika dan Vesta, yang memberikan pelatihan kepada masyarakat mulai dari pembuatan tepung talas hingga pengolahan tepung menjadi beragam produk pangan.
Kegiatan ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat Padukuhan Kebonagung, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 21 Agustus 2026, dilanjutkan pelatihan dan praktik pengolahan produk pada 30 Agustus 2026. Selanjutnya, tim melaksanakan monitoring pada 11 September hingga 10 Oktober 2026 untuk memantau keberlanjutan kegiatan produksi yang dilakukan masyarakat.
Melalui subprogram Talas Lokal Andalan: Sentra Teknologi Inovasi Kewirausahaan Agribisnis (Talastika), masyarakat mendapatkan pelatihan mengolah Talas Pratama menjadi tepung talas yang diberi nama Talafina. Prosesnya meliputi sortasi, pengupasan, pencucian, pengirisan, pengeringan menggunakan teknologi Solar Dome, penggilingan, hingga pengemasan. Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah talas menjadi bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat berbagai produk pangan.
Pelatihan kemudian dilanjutkan melalui subprogram Versatile Edible and Superior Talas Assets (Vesta), yang berfokus pada praktik diversifikasi tepung Talafina menjadi produk pangan. Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan pembuatan nugget talas bernama Talas Crispy Bites dan beras analog bernama Tala Rise. Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pengendalian dan penjaminan mutu produk agar hasil olahan memiliki kualitas yang baik.
Ketua Tim HMTP MeRAMU 2026, Triamanda Fauzia Rahmawati, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal. “Melalui subprogram Talastika dan Vesta, kami ingin membantu masyarakat untuk melihat Talas Pratama bukan hanya sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk segar, tetapi juga sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Harapannya, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri,” ujarnya.
Pelatihan ini dilatarbelakangi potensi Talas Pratama di Kalurahan Tridadi yang diperkirakan mencapai 2-3 ton per tahun. Namun, pemanfaatannya masih didominasi penjualan umbi segar dan olahan sederhana. Melalui program Talenta, tim MeRAMU Dahlan Muda HMTP UAD berupaya memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar talas dapat diolah menjadi tepung dan dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, tim berharap masyarakat, khususnya KWT Padukuhan Kebonagung, mampu menerapkan keterampilan pengolahan talas secara berkelanjutan. Selain memperluas pemanfaatan bahan pangan lokal, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha berbasis potensi daerah dan mendorong pengembangan produk pangan inovatif di Kalurahan Tridadi. (Mawar)
