Mahasiswa UAD Raih Juara I Debat Nasional VERDE 2026

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I debat nasional VERDE 2026 (Foto. Haisyam)
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, tim debat UAD yang mengusung nama Geprek Enduls Ngejar Monev berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi Debate & Essay Competition pada ajang Veteran Research and Development (VERDE) 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh BEM KM UPN Veteran Yogyakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Ballroom Indoluxe Hotel Yogyakarta.
Tim tersebut terdiri atas Farid Bagaskara dari Program Studi Sastra Inggris dan Mohd Haisyam dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Keduanya berhasil menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, serta membangun kerja sama dalam menghadapi peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Atas pencapaian tersebut, mereka mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena berhasil membawa pulang predikat juara tertinggi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga karena berhasil meraih Juara I Lomba Debat dalam ajang VERDE 2026 tingkat nasional. Bagi kami, pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, konsistensi, dan kerja sama tim. Kemenangan ini terasa sangat berarti karena menjadi bukti bahwa usaha untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan berani menghadapi tantangan dapat membuahkan hasil yang membanggakan,” kata Haisyam.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari persiapan intensif selama kurang lebih dua minggu sebelum perlombaan. Keduanya berfokus memperkuat pemahaman terhadap berbagai isu dan mosi debat, mengumpulkan data serta referensi pendukung, dan meningkatkan kemampuan retorika dalam menyampaikan argumentasi. Latihan diskusi juga dilakukan secara berulang untuk menyamakan perspektif, menyusun strategi, dan membangun koordinasi antaranggota tim. Dukungan dari Debating Community (DECO) UAD turut menjadi salah satu faktor yang mendorong keduanya untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan debat.
Selama kompetisi berlangsung, manajemen waktu dan keselarasan pemikiran menjadi tantangan tersendiri. Dinamika perdebatan menuntut mereka untuk mampu menyesuaikan strategi, merespons argumentasi lawan, serta mengambil keputusan secara cepat. Salah satu pengalaman paling menegangkan terjadi ketika keduanya harus mempersiapkan materi debat untuk babak semifinal di tengah perjalanan menggunakan kereta api.
“Ini menjadi pengalaman yang lucu sekaligus menantang bagi kami. Sebelum masuk final, saat babak semifinal, kami harus melakukan case building dan mempersiapkan argumentasi di atas kereta api. Jujur, itu menjadi momen yang cukup menegangkan karena kami harus tetap fokus mendengarkan, memahami persoalan, sekaligus membangun kasus debat meskipun sedang berada dalam perjalanan,” ujar Farid.
Selain pengalaman tersebut, bertemu dan berkompetisi dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia juga memberikan perspektif baru. Mereka memperoleh banyak pembelajaran mengenai cara memahami isu, menyampaikan gagasan, serta membangun argumentasi yang lebih kritis dan sistematis. Momen pengumuman kemenangan pun menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, terlebih ketika mereka dipertemukan dalam satu meja dengan tim lain yang juga meraih Juara I pada kategori berbeda.
“Kami benar-benar tidak menyangka bisa berada satu meja dengan teman-teman yang juga meraih Juara I. Itu menjadi salah satu momen yang paling berkesan dan di luar ekspektasi kami. Bagi kami, kompetisi ini bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas relasi, bertukar gagasan, dan memperoleh pengalaman berharga di luar lingkungan perkuliahan,” kata Haisyam.
Keduanya berharap prestasi tersebut dapat menjadi batu loncatan untuk mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Mereka juga ingin memberikan kontribusi positif bagi DECO UAD, khususnya dalam membangun semangat berkompetisi dan mendorong regenerasi anggota agar semakin banyak mahasiswa UAD yang berani mengembangkan potensi serta meraih prestasi. (Mawar)
