Cahaya: Prestasi Bukan Tentang Siapa yang Paling Hebat

Mahasiswi BK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Juara 1 Kelas B Putri di UIKA Championship 2 (Foto. Cahaya)
Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Cahaya Permata Dehantoro, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Kelas B Putri. Prestasi ini diraih pada Kejuaraan Pencak Silat UIKA Championship 2 yang diselenggarakan di GOR Gymnasium SV IPB, Bogor, pada 5–8 Desember 2025.
Capaian ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, ketekunan, serta semangat pantang menyerah yang ia bangun selama proses persiapan.
Dalam menghadapi kejuaraan tersebut, Cahaya menjalani persiapan yang tidak mudah. Ia berlatih dengan sangat keras di bawah arahan pelatih yang disiplin, bahkan kerap diuji secara mental hingga membuatnya jatuh dan menangis. Namun, dari proses itulah ia bangkit.
Selain latihan intensif, ia juga berupaya menurunkan berat badan, menjaga kesehatan, serta menerapkan pola tidur yang teratur agar dapat tampil maksimal di pertandingan. Meski berkali-kali mengalami kegagalan, ia memilih untuk terus bangkit karena meyakini bahwa setiap proses memiliki peran penting menuju keberhasilan.
Motivasi Cahaya mengikuti kejuaraan ini berawal dari keyakinannya untuk berani mencoba setiap peluang yang datang. Ia memiliki target pribadi yang ingin dicapai, dan justru kegagalan-kegagalan sebelumnya menjadi sumber motivasi terbesarnya. Baginya, kegigihan adalah kunci utama untuk membuktikan bahwa usaha yang konsisten akan membuahkan hasil.
Saat dinyatakan sebagai Juara I, Cahaya mengaku merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Prestasi tersebut terasa semakin bermakna karena ia dapat mempersembahkan medali untuk orang tuanya. Ada rasa bangga dan haru karena apa yang selama ini ia perjuangkan dengan ikhtiar, doa, dan usaha panjang akhirnya terwujud.
Melalui kejuaraan ini, Cahaya mendapatkan banyak pelajaran berharga. Ia menegaskan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut mencoba dan tidak berhenti ketika menghadapi kegagalan.
“Prestasi bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang paling konsisten dan berani terus melangkah. Selama mimpi terus dikejar dengan usaha terbaik, sekecil apa pun langkahnya, yang terpenting adalah tidak berhenti,” pesannya. (Tifa)
