Edukasi Shodaqoh Sampah Berbasis Masjid Dukung Program MAS JOS di Warungboto

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Warungboto Yogyakarta (Foto. KKN UAD)
Upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan di Kota Yogyakarta melalui Edukasi Gerakan Shodaqoh Sampah Berbasis Masjid/Mushola yang digelar di Kalurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, pada 7 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yahya Hanafi, M.Sc., bekerja sama dengan mahasiswa KKN Alternatif Periode 102 Unit II.C.1, II.C.2, dan II.C.3. Program ini juga melibatkan Tim Gerakan Shodaqoh Sampah Masjid Al-Iman Petir, Piyungan, yang diketuai Imam Al-Fatiri, S.Ap., sebagai mitra pelaksana.
Edukasi diikuti oleh takmir dan jamaah dari sejumlah masjid dan mushola di RW 07, 08, dan 09 Kalurahan Warungboto, di antaranya Masjid ABTA, Mushola Al-Ikhlas, Mushola Al-Amin, dan Masjid Darul Husna. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, khususnya sampah anorganik, serta mekanisme pelaksanaan Gerakan Shodaqoh Sampah yang terintegrasi dengan konsep Eco-Masjid.
Melalui program ini, masjid didorong berperan tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan dan pemberdayaan umat. Sampah yang telah dipilah oleh jamaah disedekahkan melalui masjid untuk kemudian dikelola dan disalurkan ke bank sampah atau mitra pengelola yang ada di Kalurahan Warungboto. Hasil pengelolaan sampah dimanfaatkan untuk kepentingan sosial.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian bersama mahasiswa KKN memfasilitasi pengadaan sarana pemilahan sampah plastik di masing-masing masjid dan mushola. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program serta membangun kebiasaan pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan jamaah.
Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain melalui pendampingan berkelanjutan dan sinergi antara masyarakat, persyarikatan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Doc)
