KKN UAD Kenalkan Pengolahan Limbah Jadi Lilin Aromaterapi dan Eco Pillow

Pengolahan Limbah Jadi Lilin Aromaterapi dan Eco Pillow oleh Mahasiswa KKN Alternatif 102 Unit I.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. KKN UAD)
Limbah rumah tangga kerap dianggap sebagai masalah lingkungan yang sulit diatasi. Minyak jelantah dibuang begitu saja, plastik kemasan menumpuk tanpa pemanfaatan, dan akhirnya mencemari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut justru menjadi titik awal lahirnya inovasi berkelanjutan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 102 Unit I.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan solusi melalui program unggulan bertajuk SIRASA.
Program unggulan pertama dalam SIRASA berfokus pada pemanfaatan minyak jelantah bekas pakai. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dikumpulkan langsung dari warga, kemudian diolah menjadi lilin aromaterapi yang siap pakai dan memiliki nilai jual.
Proses pengolahannya meliputi tahapan minyak dibersihkan menggunakan tepung untuk mengurangi kotoran serta bau tidak sedap. Kemudian minyak disaring hingga benar-benar bersih. Lali minyak diberi pewarna dan minyak esensial (essential oil). Terakhir adonan dicetak menjadi lilin dengan tampilan menarik.
Kegiatan ini tidak hanya mencakup proses pembuatan lilin, tetapi juga edukasi kepada warga mengenai pengolahan minyak jelantah yang aman, ramah lingkungan, serta potensi ekonominya. Produk lilin kemudian dikemas secara rapi agar layak dipasarkan dan bernilai guna lebih tinggi.
Program unggulan SIRASA yang kedua adalah Eco Pillow Project. Program ini merupakan kegiatan pembuatan bantal ramah lingkungan yang dilaksanakan bersama ibu-ibu warga RW 05.
Bahan baku utama memanfaatkan limbah plastik rumah tangga yang dikumpulkan dari warga, seperti bungkus mi instan, bungkus sabun, kemasan jajanan (ciki), dan kemasan plastik lainnya.
Plastik-plastik tersebut kemudian digunting setipis mungkin sebelum dimasukkan ke dalam plastik zip, kemudian dipakaikan sarung bantal. Hasilnya, limbah plastik yang semula hanya menjadi sampah berhasil diolah menjadi bantal siap pakai yang memiliki nilai guna.
Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi sampah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan, mendorong kreativitas, serta menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan limbah.
Antusiasme warga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu warga RW 05 mengikuti setiap proses dengan semangat, mulai dari pengumpulan plastik hingga pembuatan Eco Pillow. Mereka menyadari bahwa limbah yang selama ini diabaikan ternyata dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
Melalui program SIRASA, Mahasiswa KKN Alternatif Unit I.C.2 UAD membuktikan bahwa solusi permasalahan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dan kolaboratif. Limbah bukan lagi sekadar sisa, melainkan sumber potensi ekonomi dan sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Harapannya, inovasi lilin aromaterapi dan Eco Pillow ini tidak berhenti sebagai program KKN semata, tetapi dapat berlanjut dan dikembangkan sebagai kegiatan berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga. (Doc)
