Mahasiswa FKM UAD Kenalkan Jus Antihipertensi

Mahasiswa FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan jus antihipertensi (Foto. Tim PBL UAD)
Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Kelompok 12 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (FKM UAD) memperkenalkan inovasi jus antihipertensi kepada masyarakat RT 09 Wonocatur sebagai upaya pencegahan hipertensi sejak dini.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil skrining kesehatan individu yang menunjukkan bahwa hipertensi menjadi masalah kesehatan paling dominan di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 12 warga telah terdiagnosis hipertensi, sementara 33 orang lainnya memiliki tekanan darah di atas 120/80 mmHg.
Kelompok 12 PBL FKM UAD yang terdiri atas Sri Wulandari selaku ketua kelompok, Lutfi Octaviani, Rita Anggraini, Aissah Daeng Reanata, dan Rizqi Annisa, melaksanakan kegiatan ini di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Muhammad Syamsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D. Pengambilan data dilakukan pada 18–22 November 2025 melalui skrining kesehatan individu dan rumah tangga menggunakan kuesioner sebagai dasar penyusunan community diagnosis.
Data skrining yang telah diolah kemudian dipaparkan kembali kepada masyarakat dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Dusun (MMD) yang dihadiri kader posyandu dan perwakilan warga. Melalui forum tersebut, disepakati bahwa hipertensi serta faktor risikonya menjadi prioritas masalah kesehatan yang perlu dilakukan intervensi.
Intervensi pencegahan hipertensi diawali dengan pelaksanaan senam sehat sebagai upaya meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kesehatan mengenai hipertensi serta demonstrasi sederhana pembuatan jus antihipertensi yang kemudian dibagikan kepada peserta untuk dicicipi.
Jus antihipertensi ini menggunakan bahan utama daun seledri yang dikombinasikan dengan apel, madu, dan lemon. Seledri dipilih karena mengandung apigenin yang berperan sebagai beta-blocker alami serta senyawa diuretik yang membantu menurunkan tekanan darah. Sementara itu, apel mengandung kalium, serat, dan antioksidan flavonoid yang berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Berdasarkan hasil wawancara, masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut dan merasa memperoleh manfaat. Warga mengaku baru mengetahui bahwa bahan sederhana seperti seledri dan apel yang mudah ditemui sehari-hari dapat diolah menjadi jus untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah hipertensi. (Doc)
