Mahasiswa Prodi Gizi UAD Adakan Program Pegas untuk Cegah Stunting

Mahasiswa Prodi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Program Pegas untuk cegah stunting (Foto. Abner)
Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar kegiatan edukasi parenting bertajuk Pemenuhan Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting (Pegas) di Serambi Masjid Al Azhar Suryowijayan, Yogyakarta, pada Senin, 28 September 2026.
Kegiatan yang menyasar orang tua murid dan guru TK ABA Suryowijayan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan ahli gizi dari Puskesmas Mantrijeron guna meningkatkan pemahaman terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Gizi UAD memaparkan materi seputar ancaman stunting, yakni kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik anak akibat masalah gizi kronis. Stunting kerap dipicu oleh asupan gizi yang kurang, infeksi berulang, hingga pola asuh yang kurang tepat.
Oleh karena itu, para peserta diberikan edukasi mengenai penerapan gizi seimbang melalui panduan “isi piringku” guna mengatur proporsi makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah yang ideal dalam satu kali makan.
Sementara itu, ahli gizi Puskesmas Mantrijeron menyoroti pentingnya pemantauan pertumbuhan anak usia 4 hingga 6 tahun secara rutin. Orang tua diimbau untuk memantau kenaikan berat badan minimal (KBM) anak secara berkala agar potensi masalah pertumbuhan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.
Selain pemenuhan nutrisi pokok, ahli gizi juga memberikan penekanan terkait pentingnya membatasi konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), khususnya yang berasal dari makanan maupun minuman kemasan. Pemenuhan gizi ini juga harus diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat, seperti mencukupi kebutuhan air putih, rutin beraktivitas fisik, mencuci tangan sebelum makan, serta menjaga kualitas tidur anak.
Melalui program PEGAS ini, diharapkan para orang tua dan guru dapat berperan lebih aktif dalam mengawasi tumbuh kembang anak. Penerapan pola makan yang beragam dan pembiasaan gaya hidup sehat sejak dini menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai stunting sekaligus mencetak generasi penerus yang sehat dan cerdas. (Ito)
