Mewujudkan Peran Khalifah Melalui Pelestarian Alam

Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM. penceramah tarawih RDK 1447 H di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)
Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar rangkaian Ceramah Tarawih dalam semarak Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Pada Senin malam, 20 Ramadan 1447 H / 9 Maret 2026 M, hadir sebagai penceramah yakni Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia UAD. Ia menyampaikan kajian mendalam bertema “Eco-Ramadan: Puasa, Kepedulian Lingkungan, dan Tanggung Jawab Khalifah fil Ardh”.
Dalam tausiahnya, Prof. Zahrul menekankan bahwa esensi Ramadan harus selaras dengan pelestarian alam. Mengacu pada Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 30, ia mengingatkan bahwa manusia dipilih sebagai khalifah fil ardh untuk menjaga, bukan merusak bumi. “Kebaikan sekecil apa pun, seperti menanam benih tumbuhan meskipun kiamat akan tiba, merupakan amanah untuk mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tuturnya mengutip hadis riwayat Ahmad.
Ia juga menyoroti pentingnya kasih sayang terhadap seluruh makhluk sebagai manifestasi iman. Menolong hewan atau tumbuhan yang sedang kesulitan disebut sebagai wujud nyata peran manusia yang dapat mengantarkan pada ampunan Allah. “Menolong hewan atau tumbuhan yang sedang kesulitan adalah wujud nyata peran kita di bumi yang dapat menjadi sebab Allah mengampuni dosa-dosa kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Zahrul mengajak jemaah untuk menerapkan pola hidup yang tidak berlebih-lebihan (mubazir), terutama dalam penggunaan air dan pengelolaan sampah makanan. Ia menekankan bahwa kebaikan makanan juga diukur dari apakah konsumsinya sewajarnya atau justru menjadi sampah yang terbuang. Hal ini sejalan dengan teladan Rasulullah SAW yang melarang penggunaan air secara boros, bahkan saat berwudu di sungai yang mengalir sekalipun.
Sebagai penutup, ia mengajak jemaah untuk menjadikan momentum Ramadan ini untuk menyegerakan kebaikan dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan menjaga konsumsi yang bijak dan melestarikan ekosistem, umat Islam diharapkan mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil Allah di bumi dengan penuh tanggung jawab. (anw)
