Risalah Islam Berkemajuan dan Key Performance Index

Sesi VII Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) (Foto. Humas)
Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan materi bertajuk Risalah Islam Berkemajuan dan Key Performance Index pada Sesi VII Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Dalam kesempatan tersebut, Sayuti menegaskan pentingnya peran humas dalam menjaga reputasi Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan PTMA. “Humas memiliki posisi strategis karena turut menentukan citra dan kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah,” ujarnya.
Sayuti mengungkapkan bahwa bidang komunikasi publik dalam Muhammadiyah kini semakin diperkuat, termasuk pada struktur Pimpinan Pusat. Menurutnya, langkah ini diperlukan karena selama ini aspek komunikasi belum dikelola secara maksimal. Ia juga mengajak para peserta untuk bersyukur menjadi bagian dari Persyarikatan. “Kita patut bersyukur menjadi bagian dari Muhammadiyah yang tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan dalam beramal saleh,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Sayuti menekankan bahwa Muhammadiyah, yang telah berdiri selama 116 tahun Hijriah, diakui sebagai salah satu model paling berhasil dalam modernisasi pendidikan Islam di dunia. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Persyarikatan masih menghadapi tantangan internal seperti ketidaksinergian sejumlah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, lemahnya kinerja beberapa Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta penutupan beberapa Amal Usaha Muhammadiyah. “Organisasi harus terus dijaga agar tetap sehat, efektif, dan efisien,” tegasnya.
Sayuti menjelaskan perlunya pembaruan tata kelola organisasi Muhammadiyah sesuai tuntutan modern, sebagaimana ditegaskan dalam Tanfidz Keputusan Muktamar ke-48. Ia memaparkan model 7-S McKinsey sebagai kerangka penguatan organisasi yang meliputi strategi, struktur, sistem, nilai-nilai bersama, keterampilan, sumber daya manusia, dan gaya kepemimpinan. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan Pokok Pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah butir 6 yang menyatakan bahwa organisasi merupakan alat perjuangan yang sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, Sayuti menyampaikan capaian kinerja berbagai majelis dan lembaga periode 2023–2024, termasuk capaian Majelis Pembinaan Kesehatan Umum yang mencapai 85 persen dengan pemenuhan 16 dari 24 indikator kinerja. Ia menyebut perlunya penguatan keterkaitan antara program kerja dan indikator kinerja, serta penajaman sasaran strategis agar lebih terukur dan efektif.
Dalam penutupnya, Sayuti menyampaikan pesan moral yang diambil dari keteladanan KH. Ahmad Dahlan, agar seluruh kader Muhammadiyah terus bekerja dengan spirit kemajuan. “Jadilah kyai, guru, atau pimpinan yang berkemajuan, dan jangan pernah lelah bekerja untuk Muhammadiyah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh Rektor UAD, Muchlas, M.T., yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan menegaskan pentingnya memperkuat peran humas PTMA sebagai garda terdepan dalam menyampaikan narasi berkemajuan. Ia berharap hasil Rakornas ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk memperkuat tata kelola komunikasi, meningkatkan kolaborasi, serta memperluas kontribusi PTMA bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. (Dnd)
