Setetes Darah untuk Seribu Harapan

Donor Darah oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. HIMASI UAD)
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menginisiasi program donor darah sebagai bagian dari agenda Divisi Sosial dan Keagamaan (Sosma). Kegiatan ini telah dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Ruang Pojok Kependudukan, Lantai 1, Kampus 4 UAD.
Indi Nuraeni, mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Sosial Agama serta Ketua Panitia Donor Darah, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menanamkan nilai kemanusiaan dalam diri mahasiswa dan masyarakat. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan seperti kepedulian di masyarakat, membantu menyelesaikan permasalahan kebutuhan dalam ketersediaan darah di masyarakat, serta memberikan manfaat terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Indi, alasan HIMASI UAD menginisiasi program ini tak lepas dari pentingnya darah bagi kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa kehilangan darah dapat menyebabkan dampak fatal sehingga donor darah menjadi salah satu wujud kepedulian nyata. “Darah merupakan salah satu bagian terpenting dalam tubuh dan memiliki banyak fungsi, sehingga akibatnya akan sangat fatal bagi mereka yang kehilangan banyak darah. Oleh karena itu, donor darah merupakan salah satu bentuk nyata dari saling membantu. Dengan menyumbangkan sebagian darah kita, kita telah memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Kegiatan donor darah tahun ini bersifat terbuka untuk umum dan menyediakan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan berat badan, tekanan darah, golongan darah, hingga gula darah. Pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta sebagai mitra utama.
Secara teknis, proses donor darah dilakukan melalui beberapa tahap. Calon pendonor diminta mengisi lembar skrining data diri dan kesehatan yang disediakan PMI. Selanjutnya, pendonor menjalani tes kesehatan langsung oleh petugas PMI. “Jika lolos dari tes kesehatan maka proses pengambilan darah akan dilangsungkan, tetapi jika tidak memenuhi standar kesehatan maka pengambilan donor darah akan ditunda atau dibatalkan,” jelas Indi.
Tahun ini, panitia menargetkan sebanyak 30 pendonor. Program donor darah ini juga merupakan kegiatan rutin Divisi Sosma HIMASI yang telah berjalan sejak tahun 2024 dan kembali dilaksanakan pada tahun 2025.
Indi mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sejak kegiatan dimulai. “Sejauh ini para peserta donor darah terlihat sangat antusias dan bersemangat. Dari hal ini kami dapat melihat dari mereka adanya jiwa-jiwa kepedulian terhadap sesama dengan keberanian yang mereka miliki untuk menyumbangkan darah mereka,” tuturnya.
Ia berharap dengan diadakannya kegiatan donor darah ini bisa membantu mereka yang membutuhkan, meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, dan bisa mengetahui betapa pentingnya setetes darah kita terhadap mereka yang membutuhkan. (Anove)
