Tim PkM UAD Kenalkan Pembelajaran Speaking Bahasa Inggris Berbasis AI

Tim PkM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kenalkan Pembelajaran Speaking Bahasa Inggris Berbasis AI (Foto. Tim PKM UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendorong siswa SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari untuk meningkatkan kemampuan speaking Bahasa Inggris melalui pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026, sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UAD.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris sekaligus literasi teknologi siswa sekolah menengah. Kegiatan dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa akibat keterbatasan kesempatan praktik, metode pembelajaran yang cenderung konvensional, serta rendahnya rasa percaya diri.
Tim PkM UAD terdiri atas tiga dosen Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, yakni Lazuar Azmi Zulferdi, S.S., M.Appl.Ling., Yusrina Dinar Prihatika, S.Hum., M.A., dan Krisna Sujiwa, S.S., M.A., dengan dukungan tiga mahasiswa Sastra Inggris. Tim berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam praktik speaking berbasis teknologi AI.
Dalam kegiatan tersebut, tim PkM UAD menjelaskan bahwa keterampilan speaking merupakan kemampuan produktif yang memerlukan latihan berkelanjutan dan umpan balik yang tepat. Banyak siswa telah menguasai kosakata dan tata bahasa, tetapi masih mengalami kesulitan dalam berbicara karena takut melakukan kesalahan.
Sebagai solusi, tim memperkenalkan aplikasi AI ELSA dan Stimuler sebagai media latihan speaking. Aplikasi ELSA memiliki fitur pengenalan suara yang mampu menganalisis pelafalan, memberikan koreksi langsung, serta menampilkan penilaian berbasis skor. Sementara itu, Stimuler digunakan sebagai pendukung latihan berbicara yang interaktif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan pentingnya kemampuan speaking Bahasa Inggris dalam konteks global, pendidikan tinggi, dan dunia kerja. Selanjutnya, siswa diperkenalkan cara penggunaan aplikasi ELSA dan Stimuler, kemudian mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan dosen dan guru.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tampak lebih berani berbicara dan aktif mencoba latihan pengucapan. Salah satu siswa menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi AI membuat proses belajar lebih menyenangkan dan meningkatkan kepercayaan diri. “Belajar speaking pakai aplikasi AI seperti Stimuler itu seru dan bikin lebih percaya diri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UAD berharap pemanfaatan AI dapat menjadi alternatif pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif dan adaptif. Ke depan, UAD berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah dan institusi pendidikan lainnya dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi. (doc/din)
