UAD Gelar Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi beasiswa LPDP 2026 (Foto. Bimawa UAD)
Menjelang pembukaan seleksi beasiswa studi lanjut, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi resmi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Beasiswa LPDP sebagai pembicara utama guna memberikan informasi mengenai strategi meraih beasiswa kepada para mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., dalam sambutan sekaligus pembukaan acara menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk menambah ilmu bersama Direktur LPDP. Arahan atau informasi penting yang disampaikan dapat dijadikan rujukan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi dengan bantuan dari Beasiswa LPDP.
“Ada beberapa mahasiswa UAD yang sudah berhasil lolos seleksi penerima Beasiswa LPDP. Akan tetapi persentasenya masih sangat kecil. Saya pikir kesempatan yang baik ini dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan informasi lebih sehingga peluang kita untuk bisa lolos Beasiswa LPDP semakin besar,” ucapnya.
Direktur LPDP, Ir. Dwi Larso, M.SIE., Ph.D., menyampaikan bahwa pendidikan adalah akar pertumbuhan industri. Jika industri Indonesia tidak tumbuh maka lapangan pekerjaan akan hilang. Oleh karena itu LPDP sejalan dengan Asta Cita, terdapat 8 industri baru yang dapat dipilih. Di Beasiswa LPDP 2026 ini pendaftar hanya dapat memilih jalur Social, Humanities, Arts, Religious Studies, and Economics (SHARE) dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
“Saat ini terdapat 38 ribu mahasiswa yang sedang dibiayai, 45% berada di luar negeri dan 55% di dalam negeri. Dalam dua atau tiga tahun lagi alumni LPDP akan mencapai angka di atas 72 ribu. LPDP bergerak terus, area yang difokuskan entrepreneurship dan industri. Saya tahu UAD sangat kuat di entrepreneurship,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. juga turut menegaskan pentingnya memikirkan alasan-alasan utama sebelum mendaftar Beasiswa LPDP.
”Sebenarnya tidak semua karier menuntut untuk S2. Jika memang orientasi pekerjaannya di bidang vokasi maka tidak mengharuskan untuk mengambil S2. Justru lebih penting memiliki sertifikasi kompetensi atau lisensi. Oleh karena itu direnungkan terlebih dahulu produktivitas masing-masing terkait ingin belajar apa dan tujuannya harus jelas. Jangan sampai S2 dijadikan sebagai pelarian hidup.” (Mei)
