Prodamat Magister Manajemen UAD: Sekolah Bahagia, Kinerja Luar Biasa

Program Prodamat Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Kawit)
Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) dalam bentuk webinar daring bertajuk “Sekolah Bahagia, Kinerja Luar Biasa: Menguatkan Well-being Karyawan dan Guru”, Senin, 22 Desember 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini diikuti oleh 388 peserta terdaftar dengan 271 peserta aktif hadir. Peserta terdiri atas karyawan, guru, calon guru, kepala sekolah, dan pengawas dari berbagai daerah, baik wilayah zona Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), maupun Waktu Indonesia Timur (WIT). Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam diskusi dan sesi tanya jawab selama webinar berlangsung.
Webinar menghadirkan Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I. sebagai narasumber yang memaparkan pentingnya inovasi guru melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 serta implementasi Kurikulum Merdeka.
Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik merupakan kunci terwujudnya sekolah unggul.
Ketua Kelompok Prodamat Magister Manajemen Pendidikan UAD, Kawit Sayoto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran sebelum kepala sekolah, guru, dan karyawan memasuki semester genap tahun ajaran 2025/2026. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membuka wawasan pentingnya memperhatikan well-being karyawan dan guru di tengah tuntutan tanggung jawab pekerjaan.
“Kami sangat berharap webinar ini dapat menjadi penyegaran sehingga membangunkan semangat membangun well-being agar terwujud sekolah bahagia dengan kinerja yang terus meningkat,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Prodamat yang dilaksanakan oleh Program Studi Magister Manajemen Pendidikan UAD sebagai bentuk kontribusi akademik perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru dan calon guru.
Melalui forum ini, peserta memperoleh wawasan terkait pentingnya well-being karyawan dan guru dalam membangun sekolah. Selain itu, sekolah memperoleh kesempatan melakukan refleksi tentang adakah ketimpangan well-being karyawan dan guru dengan prestasi sekolah pada akhir sesi diskusi.
Melalui kegiatan ini, Magister Manajemen Pendidikan UAD berharap dapat mendorong upaya mewujudkan sekolah well-being yang berdampak pada peningkatan kinerja karyawan, guru, kepala sekolah, dan murid-murid. (Doc)
