Inovasi Gameboard dan AR Antarkan Mahasiswa UAD Juara II Fakip Internasional Edufair 2025

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Juara II Fakip Internasional Edufair 2025 (Foto. Zul)
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam ajang Fakip Internasional Edufair 2025 yang berlangsung pada 20–24 November 2025. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dan diikuti oleh peserta dari tingkat nasional dan internasional.
Zulhamdi, selaku narasumber, menjelaskan bahwa tim yang ia ikuti terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi dan Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Zulhamdi, Risky Umi Hidayati, dan Dio Fahmi Alfaridhi. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama dalam menyusun karya yang inovatif dan kontekstual.
Tim tersebut mengikuti cabang lomba Microteaching dengan mengusung tema pemanfaatan gameboard dan teknologi Augmented Reality (AR) pada materi sistem pernapasan dan sistem pencernaan. Dalam perlombaan ini, tim menyusun rancangan pembelajaran serta memproduksi video microteaching sebagai bentuk implementasi media pembelajaran inovatif. Atas karya tersebut, tim berhasil meraih Juara II.
Menurut Zulhamdi, ide awal karya mereka berangkat dari kebutuhan pembelajaran yang mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif dan menarik. “Gameboard merupakan alternatif media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Kami mengombinasikannya dengan teknologi AR agar siswa dapat memanfaatkan visualisasi digital dalam mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Temuan paling menarik dari karya tersebut adalah penggunaan gameboard ludo untuk materi sistem pencernaan serta teknologi AR untuk materi sistem pernapasan, yang dinilai efektif dalam membantu siswa memahami konsep biologi secara lebih konkret.
Zulhamdi berharap karya ini dapat terus dikembangkan dan memberi dampak luas bagi dunia pendidikan. “Harapannya, semakin banyak calon guru yang inovatif dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran serta mampu berkolaborasi lintas disiplin ilmu untuk membangun pendidikan yang berkemajuan. Dengan produk ini, kami berharap minat belajar siswa dapat semakin meningkat,” pungkasnya. (Lin)
