Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan KWT Banaran Lor menanam bibit herbal bersama (Foto. KKN UAD)
Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong tampak di Dusun Banaran Lor, Kelurahan Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan yang bertajuk “Penanaman Tanaman Herbal Bersama Ibu-Ibu KWT” ini menjadi momentum kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong gerakan pemanfaatan tanaman obat keluarga.
Mahasiswa bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) melaksanakan kegiatan penanaman tanaman herbal sebagai upaya penguatan kemandirian tanaman herbal sekaligus pemanfaatan lahan pekarangan. Berbagai jenis tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, serai, dan kunci ditanam secara bersama-sama di lahan yang telah disiapkan.
Sejak pagi hari, para ibu-ibu KWT terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan arahan dari Ketua KWT, dilanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai manfaat tanaman herbal bagi kesehatan keluarga serta teknik penanaman dan perawatannya oleh perwakilan mahasiswa KKN UAD.
Setelah itu, seluruh mahasiswa dan ibu-ibu KWT turun langsung ke lapangan untuk melakukan praktik penanaman. Ketua KWT Banaran Lor, Ibu Harti, turut menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa sekalian. Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya dalam menambah wawasan dan semangat untuk mengembangkan tanaman herbal di lingkungan kami. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman obat keluarga. Selain itu, kebersamaan seperti ini juga mempererat hubungan kami dengan generasi muda yang peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Harti, tanaman herbal tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan. Sementara itu, para mahasiswa menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan warga sekaligus belajar langsung dari praktik pertanian berbasis komunitas. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi program pendampingan jangka panjang.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata, khususnya dalam mendorong pola hidup sehat dan kemandirian keluarga melalui pemanfaatan tanaman herbal. (Ito)
