Meneladani Kebiasaan Rasulullah di Bulan Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan

Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)
Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali digelar pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Masjid Islamic Center UAD. Kegiatan tausiah tersebut disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Anhar Anshori, M.S.I., Ph.D. dengan mengusung tema “Ramadan Bersama Nabi: Meneladani Produktivitas Rasulullah di Bulan Puasa”.
Dalam kajiannya, Ustaz Anhar menyebutkan bahwa terdapat tiga hal utama yang perlu dipahami agar puasa yang dijalankan oleh umat Islam menjadi berkualitas.
“Pertama, ideologi yang mendasari pemahaman kita dalam melaksanakan ibadah puasa. Kedua, tujuan ibadah puasa yang ditetapkan Allah. Ketiga, usaha maksimal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan puasa,” ujarnya.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan status keimanan orang-orang yang berpuasa. Menurutnya, iman yang kuat serta terikat dalam hati dan pikiran akan menjadi energi besar untuk mencapai tujuan puasa, sekaligus menjauhkan seseorang dari perbuatan yang sia-sia.
Anhar menekankan bahwa orientasi utama ibadah bukan semata-mata mengharapkan pahala, melainkan mengharapkan cinta dan rida Allah Swt. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, pandangan, dan perasaan selama berpuasa. Kualitas puasa tidak dinilai dari sekadar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga pada pengendalian diri secara penuh.
Dalam ceramahnya, Ustaz Anhar turut menyinggung kebiasaan Rasulullah saw. yang senantiasa melaksanakan salat di sepertiga atau pertengahan malam dan membaca Al-Qur’an secara tartil. Ia mengajak jemaah untuk tidak sekadar mengejar target jumlah juz, melainkan membaca Al-Qur’an secara tartil dengan memperhatikan tajwid, makhraj, dan tafsirnya.
“Lebih baik kita membaca satu juz dengan memahami tafsirnya daripada hanya sekadar membaca 30 juz tanpa memahami isinya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Rasulullah saw. setiap malam bertadarus dengan bimbingan Malaikat Jibril a.s., yang berarti bukan sekadar membaca, melainkan juga mempelajari kandungan Al-Qur’an. Menutup kajian, Ustaz Anhar mengajak jemaah untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadan dengan terus meningkatkan kualitas ibadah, termasuk melakukan iktikaf di masjid. Menurutnya, iktikaf menjadi momen terbaik bagi umat muslim untuk merenung, mengevaluasi diri, serta memperbanyak istigfar, tahlil, dan tahmid. (Mei)
