Ibadah Kurban dan Kesalehan Sosial

Pengajian Rutin Bulanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Masjid Daarussalam Kampus I UAD (Foto. Takmir Masjid Daarussalam)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin Bulanan yang berlangsung di Masjid Daarussalam Kampus I UAD pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum., dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebagai pemateri dengan mengusung tema āIbadah Kurban dan Kesalehan Sosialā.
Dalam pemaparannya, Ali Yusuf menjelaskan bahwa hakikat ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan wujud ketakwaan kepada Allah Swt. āNilai utama kurban bukan hanya pada simbol materi seperti hewan kurban, tetapi pada spiritualitas, pengorbanan, dan kebermanfaatannya bagi sesama,ā ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kurban berasal dari kata qarraba yang berarti āmendekatā. Menurutnya, makna tersebut tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mendekatkan manusia dengan sesama melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial. āKurban mengajarkan umat Islam untuk mengurangi egoisme dan membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat,ā tambahnya.
Lebih lanjut, Ali Yusuf menyampaikan bahwa ibadah kurban merupakan wujud kesalehan sosial yang nyata. Melalui pembagian daging kurban, masyarakat dhuafa dapat merasakan kebahagiaan dan menikmati makanan bergizi yang mungkin jarang mereka peroleh. āSemangat kurban adalah menghadirkan pemerataan kesejahteraan dan kegembiraan sosial, terutama bagi mereka yang membutuhkan,ā jelasnya.
Dalam kajiannya, ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada ritual semata tanpa menghadirkan kepedulian sosial. Menurutnya, seluruh ibadah dalam Islam memiliki dimensi kemanusiaan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ali Yusuf turut mencontohkan teladan Nabi Muhammad saw. yang sering berkurban menggunakan kambing atau domba sebagai bentuk kesederhanaan dalam beribadah. āNabi mengajarkan bahwa inti kurban bukan prestise atau kemewahan, melainkan ketakwaan dan manfaat sosial bagi masyarakat,ā tuturnya. (Mawar)
