Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD

Sabriyandi Wisudawan S1 Terbaik Fakultas FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) wisuda periode III 2025-2026 (Foto. Sabriyandi)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Wisuda Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor pada Sabtu, 9 Mei 2026, menetapkan Sabriyandi sebagai Wisudawan S1 Terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2022 ini berhasil meraih predikat tersebut dengan raihan IPK nyaris sempurna, yakni 3,99. Meskipun mencatatkan angka yang gemilang, bagi Sabriyandi pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan konsistensi sebagai anak rantau yang harus belajar mandiri di Yogyakarta.
Perjalanan Sabriyandi dimulai saat ia datang dari Kalimantan Barat dengan segala tantangan adaptasi budaya dan sistem perkuliahan yang baru. Ia mengaku sempat menghadapi rasa lelah dan kurang percaya diri, namun motivasi untuk membawa harapan orang tua membuatnya tetap bertahan. Sabriyandi percaya bahwa hasil besar tidak datang secara instan, melainkan dari usaha kecil yang dilakukan terus-menerus. Baginya, predikat wisudawan terbaik ini bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang perjuangan yang tidak berhenti di tengah jalan.
Dalam hal manajemen waktu, Sabriyandi mengandalkan skala prioritas dan kedisiplinan. Meski tidak mengikuti organisasi formal, pengalamannya sebagai Student Employment melatihnya membagi tanggung jawab antara pekerjaan dan kuliah. Ia terbiasa membuat daftar hal yang harus diselesaikan berdasarkan tingkat kepentingan dan berusaha untuk tidak menunda pekerjaan agar tugas tidak menumpuk. Menurutnya, mahasiswa harus belajar bertanggung jawab dengan pilihan dan komitmen yang telah diambil meskipun tidak harus menjadi sempurna dalam membagi waktu.
Untuk menjaga fokus, Sabriyandi memiliki kebiasaan melakukan refleksi diri seperti berjalan sendiri atau mendengarkan musik agar pikiran tetap tenang. Ia menilai menjaga kesehatan pikiran sangat penting untuk mendukung produktivitas. Selain akademik, ia menekankan beberapa skill wajib bagi mahasiswa saat ini, yaitu kemampuan komunikasi, adaptasi, bahasa Inggris, serta public speaking. Ia meyakini bahwa keberanian mencoba hal baru dan kemampuan membangun relasi sangat dibutuhkan di luar materi kelas.
“Tips untuk adik-adik mahasiswa, jangan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah pada proses dan perkembangan diri sendiri. Jangan takut gagal, karena kadang pengalaman yang paling berharga justru datang dari kegagalan,” tuturnya.
Pencapaian IPK 3,99 ini diakuinya didukung penuh oleh peran orang tua, teman, dan para dosen di PGSD FKIP UAD. Orang tua menjadi alasan terbesarnya untuk bertahan, sementara dukungan dosen memberikan motivasi bagi dirinya untuk terus berkembang. Sabriyandi berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut bermimpi besar meski berasal dari keterbatasan.
“Jangan takut untuk bermimpi besar walaupun berasal dari keterbatasan. Tidak semua proses akan berjalan mudah, tetapi percayalah setiap perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya,” ucapnya. Ia juga menekankan kepada mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan untuk memanfaatkan masa kuliah bukan hanya untuk mencari nilai, tetapi juga untuk mencari pengalaman, relasi, dan mengenal potensi diri sendiri. “Jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan jangan cepat menyerah hanya karena prosesnya terasa berat. Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang sampai ke titik keberhasilan bukan hanya siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang mampu bertahan dan terus melangkah.” Tambahnya. (Anove)
