Tim MeRAMU IMM FEB UAD Bekali Pelaku Usaha MieDes Pembukuan dan Pengelolaan Finansial

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali pelaku usaha Miedes pembukuan dan pengelolaan finansial (Foto.Tim MeRAMU UAD)
Tim MeRAMU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan bertema “Edukasi Literasi Keuangan: Keuangan Teratur, Usaha Lebih Terukur” pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Kelurahan Srihardono ini diikuti secara antusias oleh 37 pelaku usaha MieDes se-Kalurahan Srihardono.
Inisiatif ini dihadirkan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai manajemen keuangan usaha mikro. Melalui pengelolaan yang terstruktur, para pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui kondisi finansial bisnis secara presisi, menetapkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang tepat, serta mengambil keputusan pengembangan usaha secara lebih terukur.
Lurah Srihardono, Awaludin, menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia mengimbau agar materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mengingat sebagian besar pelaku usaha MieDes merupakan warga lanjut usia.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim MeRAMU IMM FEB UAD, Muhamad Abi Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah bertukar pengalaman, bukan panggung untuk menggurui. “Kami hadir di sini untuk berbagi pengetahuan akademis yang diharapkan dapat melengkapi pengalaman praktis bapak dan ibu yang telah bertahun-tahun menjalankan usaha MieDes di lapangan,” ujar Abi.
Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta, dilanjutkan pemaparan materi inti oleh dua anggota tim, Rudi Yuli Nugroho dan Afifah Nuur Khoirutunnimah. Sesi materi menyoroti tiga pilar utama pengelolaan keuangan UMKM, yaitu pemisahan uang usaha dan pribadi, penyusunan HPP untuk kepastian harga jual, serta pembukuan arus kas harian secara sederhana.
Dari hasil diskusi interaktif, terungkap bahwa kendala utama sebagian besar peserta terletak pada percampuran dana operasional usaha dengan kebutuhan rumah tangga, serta pencatatan transaksi yang belum konsisten. Rangkaian pelatihan kemudian diakhiri dengan evaluasi melalui post-test dan dokumentasi bersama. Melalui pendampingan ini, Tim MeRAMU IMM FEB UAD berharap para pelaku usaha MieDes di Srihardono mampu menerapkan pembukuan terencana demi mendorong keberlanjutan ekonomi lokal. (Mawar)
