UAD Bekali Mahasiswa untuk Siapkan Karier Sejak Awal Kuliah

Orientasi Kemahasiswaan dan Alumni Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)
Kepala Bidang Pusat Pengembangan Karier Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), apt. Hendy Ristiono, M.P.H., mengingatkan mahasiswa baru untuk mulai mempersiapkan karier sejak awal masa perkuliahan, bukan menunggu hingga menjelang kelulusan.
Menurut Hendy, kuliah tidak menjamin kesuksesan seseorang secara otomatis, tetapi memperbesar peluang untuk hidup lebih layak. “Kuliah itu bukan untuk menjamin kita sukses, tapi untuk memperbesar kemungkinan kita hidup secara layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan banyaknya jumlah perguruan tinggi dan program studi sejenis di Indonesia, mahasiswa perlu memiliki nilai jual (value) lebih agar mampu bersaing di dunia kerja. Nilai jual tersebut dapat dibangun melalui pengalaman organisasi, keikutsertaan dalam lomba, magang, hingga sertifikasi keahlian sejak semester awal.
Hendy juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan portofolio dan CV dengan bidang yang dituju, mengingat kini banyak perusahaan menggunakan sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring lamaran kerja secara otomatis. “Minimal kesesuaian CV dengan posisi yang dilamar itu 80 persen. Kalau di bawah itu, bisa langsung tertolak secara sistem,” jelasnya.
Ia memaparkan sejumlah program Pusat Pengembangan Karier yang dapat diikuti mahasiswa, di antaranya pelatihan soft skill 1 dan 2, program magang bersertifikat, seminar perencanaan karier bersama alumni, education fair bagi yang ingin melanjutkan studi S2/S3, hingga UAD Job Fair yang rutin menghadirkan puluhan perusahaan mitra setiap tahun.
Berdasarkan hasil tracer study, Hendy mengungkapkan bahwa 93,9 persen alumni UAD mendapatkan pekerjaan pertama kurang dari enam bulan setelah lulus. “Ini menjadi bukti bahwa lulusan UAD sudah dipercaya oleh dunia kerja, asal mahasiswa juga menyiapkan diri sejak sekarang,” katanya.
Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk mulai membangun rekam jejak digital yang positif serta memanfaatkan waktu selama kuliah sebaik mungkin. “Rekam jejak digital itu kejam. Perbanyak hal positif, dan mulai sekarang perbaiki CV serta portofolio kalian sedikit demi sedikit,” pungkas Hendy. (Septia)
