UAD Tuan Rumah Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau

Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau oleh KLHBPLH Republik Indonesia di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Implementasi Kampus Hijau yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan WWF-Indonesia, Kamis 29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong penerapan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLH/BPLH Vinda Damayanti Ansjar, Staf Khusus Menteri LH Bidang Komunikasi Strategis dan Informasi Publik Yasmin Muntaz, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Agus Rusly, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., perwakilan MLH PP Muhammadiyah dan WWF-Indonesia, serta pimpinan sembilan perguruan tinggi di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama KLH/BPLH dan MLH PP Muhammadiyah tentang sinergitas program pengelolaan sampah di lingkungan Muhammadiyah, yang turut diperkuat melalui program pengurangan pencemaran plastik oleh WWF-Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasi kepada KLH/BPLH atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal bagi perguruan tinggi untuk memperkuat upaya pengurangan sampah. “Mudah-mudahan melalui forum ini nanti kita bisa memperoleh gambaran yang lebih operasional bagaimana kita bisa melaksanakan program pembebasan kampus kita dari sampah ini,” ujarnya.
Wakil Ketua I MLH PP Muhammadiyah Dr. Gatot Supangkat, M.P., IPM., ASEAN Eng. menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan, salah satunya melalui pengelolaan sampah. Ia mengaitkan upaya tersebut dengan gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi dan Panduan Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), yang memuat tuntunan perilaku warga Muhammadiyah dalam menjaga kebersihan serta lingkungan hidup. “Bagaimana bersahabat dengan lingkungan, salah satunya adalah kita menghargai sampah,” katanya.
Gatot juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku perlu dimulai dengan perubahan pola pikir yang dibentuk melalui pendidikan, kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata. “Satu-satunya cara untuk mengubah perilaku itu harus mengubah mindset. Dan mengubah mindset itu hanya satu caranya, melalui pendidikan. Tak ada yang lain,” tuturnya.
Sementara itu, Deputi Bidang PSLB3 KLH/BPLH Vinda Damayanti Ansjar menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak dapat terus berfokus pada pendekatan kumpul-angkut-buang. Ia mendorong perubahan menuju pengelolaan sampah dari hulu melalui prinsip kurangi-pilah-olah serta pemanfaatan kembali sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Vinda juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan. Menurutnya, penerapan kampus hijau tidak cukup hanya dengan menghijaukan taman atau menyediakan tempat sampah, tetapi perlu mencakup perubahan kebijakan, operasional, dan kebiasaan seluruh warga kampus. Kebiasaan memilah sampah dan membawa wadah guna ulang diharapkan dapat diterapkan mahasiswa hingga mereka terjun ke masyarakat dan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi di Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kampus hijau melalui pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah serta penggunaan kembali barang yang masih layak. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan mitra lingkungan diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan sekaligus memperkuat praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. (Dnd)
