• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Tahun ke Tahun FH Selalu Meningkat

09/01/2019/in Feature /by NewsUAD

Berdirinya Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada tanggal 1 Agustus 1997, membuat fakultas ini pada 2019 berumur 21 tahun. Meskipun FH tergolong fakultas yang masih muda, pencapaiannya dari dulu semakin meningkat derastis dan maju.

Menurut laporan Rahmat Muhajir Nugroho, S.H., M.H., selaku Dekan FH, mahasiswa FH UAD sudah banyak berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara, khususnya bagi tegaknya konstitusi hukum dan keadilan. Kerennya lagi, FH sudah menjadi bagian dari fakultas hukum di Indonesia.

Hal tersebut juga dipacu dengan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, seraya menyelenggarakan acara yang terkait ilmu hukum, teknologi, serta dinamika masyarakat lokal maupun nasional yang dilandasi nilai-nilai keislaman dan semangat pembaharuan.

FH mempunyai komitmen, sarjana mereka harus memiliki moral dan intelektual integritas yang terjabarkan dalam tujuan, salah satunya melahirkan sarjana hukum yang berahlak mulia, berintegritas, profesional dalam bidang hukum, serta menguasai teori dan praktik hukum itu sendiri.

Alhasil, langkah-langkah itu mampu mewujudkan visa-misi FH. Dibuktikan dengan kepercayaan masyarakat yang telah mengirim putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di FH ini. Jadi, setiap tahun mahasiswa semakin meningkat.

“Dalam lima tahun terakhir, grafik penerimaan mahasiswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Sehingga pada tahun ini fakultas hukum UAD menerima mahasiswa baru sebanyak 416 mahasiswa, yang pada tahun lalu hanya menerima 300-an mahasiswa,” jelas Muhajir di XT Square, Yogyakarta, Jumat (4-1-2019).

Tentunya, penerimaan mahasiswa tidak sembarangan, ada selesksi yang ketat sehingga mahasiswa FH tidak hanya memiliki kuantitias tetapi juga kualitas. Pada tahun kemarin, tercatat sekitar 26,6% calon mahasiswa baru yang tidak diterima. Mulai tahun depan, periode tahun 2019, penilaian terhadap mahasiswa akan ditingkatkan.

Muhajir menjelaskan, peningkatan tersebut tidak lepas dari promosi unversitas yang membuat citra FH baik secara langsung maupun dari media.

“Meskipun universitas berupaya melakukan promosi, kami juga berupaya untuk menyusun strategi untuk menarik mahasiswa baru melalui media publikasi kegiatan ilmian dan memberikan wahana minat bakat bagi mahasiswa.”

Selain itu demi meningkatkan akademik, FH juga banyak bekerja sama dengan perguruan tinggi nasional sampai internasional. Pada tahun 2018, tercatat FH sudah berkerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Otoritas Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia, DPN Perhimpunan Advokat Nasional Wonosari, Kantor Staf Kepresidenan, Pradi Kota Yogyakarta, Kementerian Hukum, dan HAM.

Setiap tahunnya, mahasiswa FH UAD juga rajin melaksanakan studi lapangan dengan mengirimkan ke lembaga-lembaga negara seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, KPK, OJK, DI, Kementerian Hukum dan HAM, serta masih banyak lagi yang lainnya. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tahun-ke-Tahun-FH-Selalu-Meningkat-2.jpg 768 1024 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-01-09 09:12:032019-01-09 09:12:12Tahun ke Tahun FH Selalu Meningkat

Pengajian, Amien Rais: Refleksi Masa Lalu untuk Menyonsong Masa Depan

03/01/2019/in Event, Feature /by NewsUAD

Prof. Dr. H Amien Rais, M.A., dalam pengajian yang diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengungkapkan, setiap hari orang selalu merayakan ulang hari, ulang minggu, maupun ulang tahun. Menjelang satu Muharam, orang harus merefleksikan hidupnya di masa lalu untuk masa depan, meskipun dalam dalil tidak ada.

“Kita harus melakukan refleksi di masa lalu untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” ajaknya.

Menurut sejarah, ia meneruskan, apa yang orang lakukan hari ini merupakan efek yang telah dilakukannya di masa lalu, dan yang sekarang kita perjuangkan juga tidak lepas dari masa lalu. Lebih jelasnya, antara masa lalu dan masa depan tidak bisa dipisahkan. Sebab orang mengalir dalam sejarah kehidupan nyata, bukan mitos.

Orang beriman diharapkan memiliki masa sekarang yang lebih bagus dari masa lalu, dan masa depan yang lebih bagus dari masa sekarang ini.

“Bagi orang mukmin, kalau masa sekarang ini lebih bagus dari masa lalunya maka ia termasuk orang yang beruntung. Tetapi kalau nasibnya sama dari tahun kemarin, maka dia termasuk orang yang rugi.”

Amien Rais juga menyinggung tentang negara, ketika pemimpin tidak memperdulikan agama dari politik, maka ia termasuk pemimpin penganut paham komunis dan ateis. Sebab ia tidak percaya dengan agama, hanya mempercayai jalannya akal saja.

“Saya yakin kalau sebuah negara yang percaya pada hari akhir, percaya pada wahyu agama yang dipeluk, maka ia akan jadi bangsa yang tangguh. Namun, kalau sebuah manusia di suatu bangsa yang tidak percaya iman dan hal yang gaib, maka ia akan kehilangan imannya sebagai makhluk yang paling tinggi,” jelasnya di kampus 4 UAD Jln. Lingkar Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Senin (31-12-2018). (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-Amien-Rais-Refleksi-Masa-Lalu-untuk-Menyonsong-Masa-Depan.jpg 682 1024 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-01-03 14:20:452019-01-03 14:20:52Pengajian, Amien Rais: Refleksi Masa Lalu untuk Menyonsong Masa Depan

Mengenang Penyair Perempuan yang Hilang di Permukaan Sastra

31/12/2018/in Feature /by NewsUAD

Dulu, banyak penyair yang muncul dari kalangan perempuan. Hal tersebut mungkin dipicu karena orang berpandangan perempuan sebagai makhluk yang lemah sehingga mereka ingin menyangkal itu. Ada juga yang beranggapan, saat itu perempuan mau turut andil merespons konflik di lingkungan sekitar dengan bersastra.

Namun sayang, banyak juga penyair perempuan yang hilang, tanpa memberi kabar, apalagi mengucapkan salam. Ibarat kata seperti calon pacar yang sudah menjadi mantan. Biasanya kejadian itu melanda ketika perempuan itu menikah. Ada juga yang beranggapan kalau perempuan masih terikat tanggung jawab, belum sepenuhnya bebas untuk menjamah kesusastraan. Kejadian itu juga diceritakan oleh penyair perempuan Indonesia yang masih aktif menulis yaitu Ulfatin CH.

“Dulu, minim sekali perempuan yang ikut di acara kesenian dan kepenyairan, tidak seperti perempuan sekarang ini yang lebih bebas,” katanya saat mengisi di acara Forum Apresiasi Sastra (FAS) yang terselenggara berkat kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Ia menjelaskan, beban tanggung jawab yang dipukul perempuan sangatlah berat. Perempuan dilarang bergaul dengan lelaki, tidak bisa keluar malam, sehingga tidak tahu kejadian di luar karena terlalu sering terkurung di rumah.

“Padahal kalau di dunia sastra, pergaulannya kebanyakan dengan lelaki. Bagi saya, perempuan boleh bergaul dengan siapa saja, tidak terkecuali dengan lelaki. Namun, bergaul dalam konteks apa dulu? Kalau untuk belajar, boleh.”

Ia melanjutkan, kebebasan perempuan didapat ketika mereka merantau sembari melanjutkan pendidikan. Dari situlah mulai muncul banyak penyair perempuan. Tetapi, ya karena alasan menikah dan lain sebagainya, mereka kembali “menghilang”. Ini tentu sangat disayangkan.

“Khusus perempuan sekarang yang mau menulis, bersiaplah menjadi penulis yang baik, jujur, dan tahan uji. Ibaratnya kalau sudah masuk dalam barisan, jangan sampai keluar dari barisan lagi, sebab kamu sudah masuk dalam tim. Suatu saat setelah menjadi anggota barisan, kamu akan menjadi pemandu di dalam barisan itu,” pesannya di kampus 4 UAD Jln. Lingkar Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (26-12-2018).

“Jika perempuan menulis dengan perasaan yang jujur, pasti ketika menulis hasil tulisannya itu sangat indah. Jangan lupa, jadilah penulis yang tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang perempuan seperti NH Dini,” imbuhnya. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/FAS-Edisi-ke-83-Penyair-Perempuan-Indonesia-3.jpg 1000 1500 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-12-31 09:59:572018-12-31 10:00:40Mengenang Penyair Perempuan yang Hilang di Permukaan Sastra

IPK Tinggi dan Bergelimang Prestasi

27/11/2018/in Feature /by NewsUAD

Mahayu Agustia Jayanti, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) merupakan wisudawan terbaik ketiga Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode wisuda November 2018. Selain memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi, 3,95, ia juga memiliki segudang prestasi.

Di antaranya pernah juara 2 Duta Sehat FKM UAD, juara 2 Debat Kesehatan di Universitas Andalas Padang, juara 3 dan best speaker Debat Kesehatan UAD, juara 1 Debat Kesehatan ISMKMI  Stikes Hangtuah Pekanbaru, juara 3 dan best speaker Debat Kesehatan UI Jakarta.

Ia mengaku proses belajarnya biasa saja, seperti mahasiswa pada umumnya. Tetapi, yang terpenting menurut Mahayu adalah selalu mencatat materi ketika kegiatan belajar mengajar di kelas. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif di Pojok Air Susu Ibu (ASI) FKM UAD.

“Saya belajar sewajarnya, yang penting serius dan fokus. Kemudian aktif juga di Pojok ASI FKM UAD. Pojok ASI merupakan salah satu organisasi di bawah FKM. Kegiatannya meliputi penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya yang berkaitan ASI,” jelasnya.

Prestasi yang ditorehkan Mahayu tidak instan. Ia mendapat juara berkat kerja keras dan ketekunan. Banyak ilmu yang ia peroleh dari ajang perlombaan dan tidak didapat di bangku perkuliahan. “Ikut lomba menambah ilmu baru dan relasi baru. Banyak hal yang saya peroleh yang tidak diajarkan di kegiatan belajar mengajar,” ujar perempuan kelahiran Pacitan ini.

Selama kuliah di UAD, putri dari Budi Santoso dan Supyastih ini sering melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Ini yang membedakannya dengan mahasiswa lainnya. Ia memiliki motivasi unik dalam belajar, menurutnya setiap perbuatan yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban. Jadi meski metode belajarnya biasa saja, ia tetap menanamkan disiplin dan keseriusan.

Mahayu berasal dari Desa Jetis Lor, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Orang tuanya bekerja sebagai guru. Setelah lulus dari UAD, penggemar BJ Habibie ini ingin melanjutkan kuliah dan bekerja. Ke depan ia ingin mengasah kemampuannya di bidang penelitian dan public speaking sebagai salah satu soft skills.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IPK-Tinggi-dan-Bergelimang-Prestasi.jpg 574 1024 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-11-27 09:54:072018-11-27 09:54:22IPK Tinggi dan Bergelimang Prestasi

Alami Traumatik, Tak Surutkan Semangat Belajar

26/11/2018/in Feature /by NewsUAD

“Sampai sekarang tidak ada kendala serius yang dapat menghambat perkuliahan saya. Hanya saja karena sakit yang saya derita, jadi sedikit kewalahan untuk mengatur waktu,” begitu tutur Lina Anggraeni, wisudawan terbaik kedua Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode November 2018. Alumnus Program Studi Pendidikan Matematika ini memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.

Lina menjelaskan tidak bisa terlalu lelah dalam berkegiatan. Ia memiliki traumatik berat yang berakibat ke psikoligis dan syaraf otakanya. Meski demikian, semangatnya untuk belajar tidak pernah surut. Kedua orang tua menjadi motivasinya dalam menuntut ilmu di perguruan tinggi.

“Pernah beberapa kali saya pingsan saat perkuliahan. Sebenarnya agak mengganggu, tapi saya tidak ingin kalah dengan penyakit ini. Saya ingin membanggakan kedua orang tua dengan berprestasi,” jelasnya.

Perempuan kelahiran Rembang ini mengaku tidak belajar rutin setiap hari. Namun, ia memiliki keinginan kuat dan memaksakan pikiran untuk fokus memahami materi yang diberikan dosen ketika di kelas. “Catatan kuliah di kelas tidak pernah rapi. Tapi sesampainya di kos harus disalin rapi supaya mudah untuk dipelajari.”

Selain itu, Lina tidak belajar di jam-jam seperti mahasiswa umumnya. Ia lebih sering belajar di waktu sepertiga malam sekaligus menjalankan ibadah. Terkadang sampai waktu menjelang subuh. Itu dilakukannya untuk menjawab kepercayaan orang tuanya yang telah menguliahkan di perguruan tinggi.

Selama kuliah di UAD, putri dari pasangan Supagi dan Sripah ini aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika selama dua periode. Bahkan ia bersama timnya pernah menjadi juara 1 lomba futsal dalam acara Mathematic Skill Competition ke-4.

“Yang menjadi motivasi dalam belajar adalah perjuangan orang tua. Mereka sangat hebat dan tidak pernah kenal lelah. Bapak hanya lulusan SD dan ibu lulusan SMP, mereka tidak mau anak-anaknya berpendidikan rendah. Harus memiliki pendidikan yang lebih lebih tinggi,” katanya ketika ditemui di kampus 1 UAD, Jumat (23-11-2018).

Lina berasal dari Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan dua anaknya. Hanya berpenghasilan Rp1.500.000,00 tapi bisa meluluskan putri sulungya di perguruan tinggi UAD. Sementara satunya masih SMA kelas XI.

Terkadang ketika musim libur atau waktu mudik, perempuan yang suka membaca novel ini membantu pekerjaan di sawah. Apa pun yang bisa dikerjakan untuk meringankan kerja orang tuanya akan ia lakukan dengan harapan padi yang ditanam bisa menghidupi keluarga. Saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah S2 dan bekerja untuk membantu orang tua.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alami-Traumatik-Tak-Surutkan-Semangat-Belajar.jpg 574 1024 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-11-26 19:17:292018-11-26 19:17:41Alami Traumatik, Tak Surutkan Semangat Belajar

Kiprah Sukarelawan UAD Dukung Pariwisata Jogja

22/11/2018/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Banyak cara yang bisa lakukan mahasiswa untuk mencintai Indonesia. Salah satunya mendukung pariwisata dengan merawat lingkungan yang bersih dan nyaman. Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam UAD Tourism Lovers sudah membuktikannya. Mereka mengadakan gerakan bersih sampah pantai dan sungai.

Pada Minggu (18-11-2018), sejumlah mahasiswa sukarelawan UAD terjun ke lapangan membersihkan sampah di kawasan Parangtritis, khususnya di lokasi Festival Sate Klathak Parangkusumo. Dalam waktu bersamaan, mereka juga diterjunkan untuk menangani sampah di objek wisata Selopamioro Adventure Park Imogiri. Kegiatan ini merupakan kerja sama Pusat Studi Pariwisata & Bisnis Kreatif (COTRES) UAD dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.

Direktur COTRES, Nur Rifai Akhsan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata, khususnya di Yogyakarta. Agenda tersebut, selain untuk menumbuhkan kecintaan dan kepedulian generasi muda pada lingkungan, juga merupakan wujud kontribusi UAD sebagai institusi pendidikan dalam pengembangan pariwisata. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini berharap gerakan tersebut bermanfaat dan dapat menggugah kesadaran serta kepedulian semua pihak untuk bersinergi membangun pariwisata Indonesia.

Selanjutnya, Rifai mengungkap bahwa COTRES dengan tangan terbuka membuka kerja sama seluas-luasnya dengan semua pihak yang concern dengan tourism hospitality, terutama dengan kebersihan lokasi destinasi pariwasata. Untuk itu, apabila ada yang tergerak hatinya untuk bersinergi dengan COTRES, bisa menghubungi kontak 081228899085 atau surel rifai_uad@yahoo.com. Menurut rencana, mahasiswa sukarelawan akan diterjunkan secara rutin tiap Minggu, sesuai dengan permintaan pengelola kawasan wisata.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kiprah-Sukarelawan-UAD-Dukung-Pariwisata-Jogja-2.jpg 853 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-11-22 09:52:152018-11-22 16:04:49Kiprah Sukarelawan UAD Dukung Pariwisata Jogja

Kuda Sarpin: Sebelum Juara 1

31/10/2018/in Feature, Prestasi /by NewsUAD

Sebelum menjuarai kategori kompetisi inovasi dengan karya Kursi Beroda dengan Sarung Tangan Pintar (Kuda Sarpin), tim Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini masuk 10 besar finalis Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Tekonologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) 11 Tahun 2018.

Tim beranggotakan Ahmad Yogaswara, Iqbal Cahya Kurniawan, dan Muhammad Annas dari Teknik Elektro, serta Ferosa Ardina Wardani dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) tersebut berhasil masuk 10 finalis lomba piranti cerdas, sistem benam, dan IoT (Smart Devices, Embedded Systems, and IoT).

Beberapa bulan yang lalu, Kuda Sarpin juga mendapat juara 2 Pekan Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PKM-PTM) di Aceh, dan menjadi finalis PKM pendanaan 2017.

Di ajang Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia di Jogja City Mall, Kamis-Minggu (25-28/10/2018), tim Kuda Sarpin UAD berhasil memperoleh juara 1 kategori kompetisi inovasi.

Pameran I3E 2018 diikuti oleh 261 startup inovasi teknologi. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Event yang mengangkat tema “Startup: Optimisme untuk Bangsa” itu telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir.

“Lomba seperti ini merupakan sarana bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi untuk mulai berhadapan dengan pasar, investor, dan pemangku kepentingan yang lebih luas. Kami tidak ingin kehilangan kesempatan,” kata Fadlur Rahman T. Hasan.

Menurutnya, lahirnya Kuda Sarpin dikhususkan untuk penyandang disabilitas yang kesulitan dalam mengakses layanan umum karena masalah mobilitasnya. Karenanya, penyandang disabilitas membutuhkan alat bantu seperti kursi roda.

“Seperti yang kita ketahui, inovasi kursi roda yang telah ada saat ini adalah kursi roda yang dikendalikan melalui joystik. Kali ini, kami mahasiswa elektro menciptakan kursi roda yang dikendalikan dengan sarung tangan pintar yang dinamakan kuda sarpin. Kursi roda ini di anggap lebih fleksibel, aman, dan nyaman digunakan. Saya berharap penyandang disabilitas dapat hidup secara mandiri. Semoga juga, alat ini nanti dapat dikomersilkan agar manfaatnya adapat dirasakan oleh penyandang disabilitas,” tukasnya.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/SI-KUDA-SARPIN-2.jpeg 720 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-10-31 10:05:512018-10-31 10:06:56Kuda Sarpin: Sebelum Juara 1

Kembangkan BRIdge, Mahasiswa UAD Raih Penghargaan

30/10/2018/in Feature, Prestasi /by NewsUAD

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Abdurrahman Shalahudin Zaka, meraih juara pertama dalam Bring It On Innovation Award 2018. Ajang ini diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam rangkaian Bring It On yang berlangsung di Eastparc Hotel Yogyakarta, Kamis (18/10/2018).

Abdurrahman membuat inovasi bernama BRIdge. BRIdge merupakan jembatan untuk menghubungkan konsep dari pihak bank dengan nasabah mengenai produk-produk yang ada di BRI. Inovasi ini merupakan fitur kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang ditambahkan pada aplikasi BRI Mobile. Bisa dikatakan semacam fitur simulasi perhitungan keuangan bagi nasabah yang ingin menggunakan produk BRI yang lain, misalnya tabungan haji.

“Dari fitur ini nasabah bisa mendapat gambaran perhitungan besaran uang yang harus disetorkan serta berapa lama jangka waktu untuk berhaji bisa terwujud. Simulasi ini bisa dimainkan nasabah selagi menunggu antrean dan dapat menghilangkan rasa jenuh dan mengisi waktu luang serta menambah pengetahuan mengenai produk BRI,” terang Abdurrahman.

Bing It On merupakan event rutin tahunan yang diselenggarakan BRI dalam rangka memberikan edukasi di bidang inovasi keuangan. Selain itu, acara ini menjadi wadah bagi kalangan praktisi dan pakar-pakar di bidang industri layanan keuangan untuk mengembangkan inovasi keuangan. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kembangkan-BRIdge-Mahasiswa-UAD-Raih-Penghargaan.jpeg 487 700 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-10-30 14:57:482018-10-30 14:57:58Kembangkan BRIdge, Mahasiswa UAD Raih Penghargaan

Alfian, Sang Jawara Lomba Tangkai Sastra Penulisan Puisi di Peksiminas

22/10/2018/in Feature, Prestasi /by NewsUAD

Alfiandana Susilo Aji yang akrab disapa Alfian, mahasiswa dari Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berhasil membawa tropi juara 1 dalam tangkai lomba sastra penulisan puisi di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Tentunya, pencapaian ini patut diacungi jempol.

Memang tidak diduga, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Suparji dan Susilowati ini yang akan menang. Sebab, ia satu-satunya perwakilan dari UAD sekaligus DIY. Ia berhasil menumbangkan 32 peserta dari seluruh penjuru provinsi di Indonesia. Semua itu butuh perjuangan yang sangat keras.

“Rasanya campur aduk antara kaget dan terharu. Alhamdulillah saya senang sekali karena bisa bersaing di tingkat nasional dan menang,” ungkap Alfian saat diwawancara, Minggu (25/10/2018).

Ia menjelaskan, proses kreatif itu dijalani sejak kuliah di UAD, yakni tiga tahun lalu. Untuk bisa berproses menulis, ia banyak mengikuti kegiatan diskusi di komunitas yang ia ikuti, seperti kelompok belajar sastra Jejak Imaji dan Komunitas Musim Laron yang ia buat bersama teman Program Studi Sastra Indonesia.

“Sebelumnya, saya banyak belajar kepada senior dan teman-teman. Banyak membaca, membaca, dan membaca untuk menambah referensi dengan observasi ke lapangan.”

Persiapan sebelum ikut Peksiminas terbilang singkat, hanya satu bulan lebih, dengan mentor sastrawan nasional yaitu Iman Budisantosa dan Indrian Koto. Mentor itu salah satu bentuk fasilitas dari UAD untuk menggali ide saat menulis puisi.

“Harapan ke depan, saya bisa lebih produktif dalam berkarya, sering berkontribusi dalam sastra, serta lingkungan akademik. Untuk teman-teman, saya berharap bisa terpantik, terpacu semangatnya untuk terus bergiat dalam bidang sastra, khususnya mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia UAD,” pungkasnya.

Sebelum menjuarai Peksiminas, Alfian pernah mendapatkan juara 2 di Pekan Seni Mahasiswa UAD (Peksimuda) dan juara 1 di pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) se-DIY. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alfian-Sang-Jawara-Lomba-Tangkai-Sastra-Penulisan-Puisi-di-Peksiminas.jpg 683 854 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-10-22 15:41:362018-10-22 15:42:10Alfian, Sang Jawara Lomba Tangkai Sastra Penulisan Puisi di Peksiminas

Kuliah Umum, Joni Ariadinata: Menulis Itu Gampang

19/10/2018/in Feature /by NewsUAD

Sastrawan Joni Ariadinata mulai belajar menulis cerita pendek (cerpen) sejak ia menjadi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang pada waktu itu masih bernama IKIP Muhammadiyah Yogyakarta. Semasa kuliah, hampir setiap hari ia menghabiskan waktunya duduk dan membaca di perpustakaan.

“Guru pertama saya yang mengajari menulis cerpen adalah tokoh sastrawan yaitu Yanusa Nugroho. Kebetulan sekali, kami dipertemukan untuk menjadi juri cerpen di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2018,” terang Joni ketika mengisi acara kuliah umum di Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK) UAD.

Joni menjelaskan, semua buku Yanusa Nugroho sudah ia baca dan pelajari. Sehingga ketika pertama kali menulis, hampir seluruh pola, tema, dan sudut pandang dalam cerpennya meniru cerpen Yanusa Nugroho, meskipun pada saat itu cerpennya belum dimuat di koran.

“Selain Yanusa, saya membaca dan mempelajari cerpennya Seno Gumira Ajidarma, Kuntowijoyo, Iwan Simatumpang, Danarto, dan Umar Kayam.”

Ketika membuat latar cerpen, ia belajar dari cerpen Danarto, karena latarnya sangat luar biasa. Dan untuk dialog, ia belajar dalam cerpen Umar Kayam yang salah satunya berjudul “Seribu Kunang-kunang di Manhattan”, semua isi cerpen itu hanya dialog saja. Namun, semua persoalan konflik dalam cerpen itu juga terbentuk dalam dialog, sehingga isi dari cerpen sangat menarik. Untuk mengolah konflik, ia sering membaca karya Iwan Simatumpang. Sebab, Iwan Simatumpang termasuk penulis yang pintar untuk membuat konflik yang menarik dalam cerpen.

“Menulis itu gampang, kesulitannya hanya mau apa tidak untuk menulis. Menulis juga tidak butuh teori, tinggal latihan setiap hari, minimal satu hari membuat dua cerpen dan perbanyak membaca,” pesannya saat mengisi acara yang berlangsung di kampus 4 UAD Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (17/10/2018).

Dulu, selama satu tahun belajar menulis, karya Joni pertama kali dimuat di koran Surabaya Post. Kedua dimuat di koran Kompas berjudul “Lampor”. Cerpen itu sekaligus dinobatkan menjadi cerpen terbaik Kompas pada tahun 1994. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMG-20181017-WA0005.jpg 780 1040 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-10-19 18:46:152018-10-19 18:46:31Kuliah Umum, Joni Ariadinata: Menulis Itu Gampang
Page 67 of 76«‹6566676869›»

TERKINI

  • Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK06/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK06/08/2026
  • PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo06/08/2026
  • UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator06/08/2026
  • Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK06/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 202625/07/2026

FEATURE

  • Perjalanan Arivansi Mengubah Kegagalan Menjadi Ruang Bertumbuh06/08/2026
  • Prestasi Bukan Soal Angka, tetapi Dampak yang Diberikan06/08/2026
  • Fredo: Bukan Tentang Siapa Paling Hebat06/08/2026
  • Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu29/07/2026
  • Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga28/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top