Debut di KRTI 2026, Tim Dahlan Bamantara UAD Lolos ke Final Nasional

Tim Dahlan Bamantara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Dahlan Bamantara)
Mengawali langkah perdananya di ajang nasional, Tim Dahlan Bamantara dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses mengamankan tiket menuju babak Final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 untuk Divisi Racing Plane (RP). Meski baru dibentuk pada awal tahun 2026, tim baru ini mampu membuktikan kemampuannya lewat konsep rancangan pesawat yang mengutamakan ketangguhan dan keselamatan (safety).
Dalam pengembangannya, Tim Dahlan Bamantara memilih rancangan yang menyeimbangkan antara faktor keamanan, kecepatan, dan kelincahan bermanuver di lintasan. Keunggulan utama pesawat mereka terletak pada ketahanan bodinya yang tidak mudah rusak saat terkena benturan (crash). Meski bobot pesawat menjadi sedikit lebih berat dan belum secepat tim-tim yang sudah berpengalaman, pilihan desain ini dinilai paling tepat untuk mencapai target awal mereka, yaitu lolos ke tingkat nasional.
Perjalanan riset menuju babak final pun tidak lepas dari berbagai tantangan. Sebagai divisi yang benar-benar baru, proses pengaturan (setting) pesawat pada kecepatan tinggi sempat diwarnai kendala teknis, bahkan pesawat sempat hancur saat uji coba perdana. Momen paling menegangkan terjadi sehari menjelang seleksi wilayah, ketika pesawat utama jatuh (crash) saat sesi uji terbang (flight test). Berkat kerja sama tim dan kesiapan mental yang baik, kerusakan tersebut berhasil diperbaiki hingga pesawat dinyatakan aman untuk terbang dan berhasil mengamankan tiket final.
Menjelang babak final nasional, Tim Dahlan Bamantara kini berfokus memperbaiki efisiensi lintasan dengan memperkecil diameter putaran (loiter). Melalui latihan agar putaran terbang menjadi lebih rapat, waktu tempuh di lintasan diharapkan bisa lebih singkat tanpa mengurangi kestabilan dan keamanan pesawat.
Menuju babak terakhir ini, tim memasang target untuk bisa menembus posisi 10 besar nasional. Namun lebih dari sekadar peringkat, babak final ini dipandang sebagai kesempatan berharga untuk riset dan belajar langsung dari tim-tim kampus lain demi pengembangan tim ke depan.
Keberhasilan melangkah hingga babak final ini diakui tidak lepas dari dukungan penuh pihak kampus. Dukungan tersebut meliputi bimbingan intensif dari dosen pembimbing selama masa riset, hingga pemenuhan kebutuhan di lokasi lomba seperti penginapan, transportasi, dan konsumsi. (Ito)
