Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental

Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. pada tarawih ke-12 Ramadan 1447 H dalam rangkaian RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)
Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Ceramah Tarawih dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Ahad malam, 1 Maret 2026. Acara tersebut menghadirkan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I., Ketua Bidang Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, sebagai penceramah.
Dalam ceramah bertajuk “Psychological Well-being dalam Islam: Meraih Ketenangan Jiwa Melalui Ibadah yang Berkualitas”, Dr. Ruslan menjelaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan pendidikan atau ibadah, melainkan juga disebut sebagai sahru’l ilaj atau bulan terapi yang menawarkan penyembuhan jiwa dan fisik. Ia memaparkan bahwa ibadah puasa merupakan bentuk imunisasi spiritual dan fisik yang efektif, didukung oleh berbagai riset medis. “Lambung manusia adalah pusat berbagai macam penyakit, maka manajemen perut melalui ibadah puasa merupakan terapi untuk mendapatkan kesehatan yang ideal dan maksimal,” ungkapnya.
Dr. Ruslan juga menyoroti peran strategis zikir dalam menata emosi dan memberikan ketenangan jiwa. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 75% solusi bagi problematika manusia berasal dari hati yang tenang melalui zikir dan ibadah. Sebaliknya, lalai dari zikir dapat menyebabkan penyakit mental kronis seperti stres dan depresi. “Sebab dalam diri manusia terdapat dua potensi, potensi yang sering menyebabkan orang kemudian jauh dari Allah sehingga mengalami suatu keadaan-keadaan yang tidak membahagiakan dirinya serta potensi yang bisa menyebabkan manusia mengalami ketenangan, ketenteraman, dan kesehatan mental,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ibadah yang berkualitas harus dilandasi niat ikhlas, memahami filosofi ibadah, serta dilakukan dengan penuh kemantapan atau biwakorin. Ia juga mengisahkan perjuangan Ali bin Abi Thalib yang menjadikan salat sebagai kekuatan spiritual luar biasa dalam menghadapi ujian hidup.
Menutup ceramahnya, Dr. Ruslan mengajak jemaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memaksimalkan potensi positif dalam diri dan menekan potensi negatif melalui manajemen hati. Ia berharap melalui ibadah yang berkualitas dan totalitas, setiap individu dapat meraih derajat ketakwaan sekaligus ketenangan jiwa yang hakiki. (ana)
