Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

Syekh Basyir Ali pemateri cerawah tarawih RDK 1447 H Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Mengusung tema “Ramadan Berdampak untuk Kemaslahatan Umat”, acara ini berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Masjid Islamic Center UAD.
Ceramah tersebut disampaikan oleh dosen Faculty of Islamic Studies dari Misurata University, Libya, yakni Syekh Basyir Ali. Dalam tausiahnya, Syekh Basyir memulai dengan mengutip dua hadis Rasulullah saw. tentang keutamaan Ramadan. Hadis tersebut menjelaskan bahwa siapa pun yang berpuasa dan mendirikan salat malam dengan penuh keimanan serta mengharap rida Allah Swt., akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Namun, beliau menegaskan bahwa ganjaran tersebut diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar melaksanakan puasa sebagai kewajiban dan menjalankan ibadah malam dengan kesungguhan.
Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam beribadah. Amalan yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten dinilai lebih baik daripada amalan berat yang hanya dilakukan di awal Ramadan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar semangat beribadah tidak hanya kuat di hari-hari pertama, melainkan terus dijaga hingga akhir bulan demi memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis.
Selain itu, Syekh Basyir menyampaikan beberapa keutamaan Ramadan bagi umat Nabi Muhammad saw. Keutamaan tersebut di antaranya adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah Swt. daripada minyak kasturi, dibelenggunya setan dan jin kafir sehingga memudahkan umat untuk berbuat kebaikan, serta puasa yang menjadi jalan menuju surga. Disebutkan pula bahwa pintu surga dibuka selebar-lebarnya bagi seorang muslim yang wafat pada bulan Ramadan.
Keutamaan lainnya adalah pengampunan dosa pada malam Lailatulqadar. Beliau mengibaratkannya seperti seorang pekerja yang menerima gaji di akhir masa kerjanya. Penghapusan dosa juga berlaku di antara waktu salat fardu, di antara dua salat Jumat, hingga periode tahunan.
“Di antara dua Ramadan, dosa-dosa kecil kita bisa dihapuskan jika kita menyempurnakan Ramadan dengan baik,” jelasnya.
Menutup ceramahnya, Syekh Basyir Ali mengajak jemaah untuk memaksimalkan Ramadan dengan sungguh-sungguh karena tidak ada yang dapat memastikan pertemuan dengan Ramadan di tahun berikutnya. Beliau turut mendoakan seluruh jemaah agar senantiasa diberi kebaikan dan keberkahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Masjid Islamic Center UAD serta Muhammadiyah atas kontribusinya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat. Harapannya, keberkahan senantiasa mengalir kepada para pendiri dan seluruh sivitas akademika.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sivitas akademika selama bulan Ramadan. (Anove)
