Mahasiswa UAD Lolos Seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 Cabang Bola Voli Pantai

Mahasiswa PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lolos seleksi Pelatnas Asian Games XX 2026 cabang bola voli pantai (Foto. Lifcophotography)
Ferza Mulyo Prasetyo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2025, resmi dinyatakan lolos seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk memperkuat tim bola voli pantai Indonesia pada ajang Asian Games XX. Gelaran olahraga bergengsi tingkat Asia yang diselenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) ini akan dilaksanakan di Jepang pada September 2026 mendatang.
Pencapaian ini tidak didapatkan dengan instan. Ferza mengungkapkan bahwa perjalanannya menjadi atlet berprestasi merupakan proses yang berat dan penuh kerja keras. Ia disiplin menjalani latihan rutin dua kali sehari demi memastikan adanya perkembangan di setiap sesi.
“Menjadi atlet yang benar-benar berprestasi itu berat. Saya sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Saya harus bekerja keras dan berkembang di setiap sesi latihan.” ungkap Ferza.
Meskipun memiliki jadwal latihan yang padat, Ferza tetap memprioritaskan kewajibannya sebagai mahasiswa UAD. Ia memanfaatkan waktu untuk tetap fokus mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Baginya, manajemen waktu yang ketat adalah kunci agar tanggung jawab akademik tetap terpenuhi.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran program studi tempatnya menimba ilmu. Ferza mengaku sangat terbantu dengan dukungan moral maupun bantuan yang diberikan oleh pihak kampus. “Bentuk dukungan dari prodi PGSD yaitu doa, support serta dukungan yang diberikan Saya sangat merasa terbantu atas dukungannya,” tambahnya.
Menatap ajang Asian Games 2026 di Jepang, Ferza memasang target yang sangat tinggi. Ia bertekad untuk membawa pulang medali emas bagi Indonesia. Baginya, mentalitas juara hanya mengenal satu posisi tertinggi.
Ferza menekankan bahwa prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari lapangan, panggung, dan pengalaman hidup.Menurutnya, kunci utama dalam meraih kesuksesan adalah disiplin, konsistensi, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Selama mampu mengatur waktu dan bertanggung jawab, maka akademik dan bakat bisa berjalan berdampingan secara harmonis. (Septia)
