Merawat Nilai Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya

Ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Shabila Mei)
Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. mengisi ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu, 18 Maret 2026. Materi ceramah yang dibawakan pada malam tersebut bertema “Aktualisasi Makna Fitrah: Merawat Dampak Ramadan di Sebelas Bulan Berikutnya”.
Dalam ceramahnya, Ustaz Budi menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah pasca-Ramadan. Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 185 yang mengingatkan umat Islam untuk menyempurnakan ibadah puasa serta senantiasa mengagungkan Allah Swt. setelah Ramadan berlalu.
“Apa makna mengagungkan Allah Swt.? Yaitu, bagaimana kita mengaktualisasikan apa yang sudah kita dapatkan di bulan Ramadan bisa kita aplikasikan di bulan-bulan di luar Ramadan, yang itu nantinya akan menyebabkan kita menjadi hamba yang bersyukur,” ujar Ustaz Budi.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan Ramadan sebagai sebuah madrasah atau tempat pendidikan spiritual. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari kesungguhan beribadah selama Ramadan saja, tetapi juga sangat ditentukan oleh konsistensi dalam mempertahankan kebiasaan baik di sebelas bulan berikutnya.
Ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya taat dan mengenal Allah pada bulan puasa saja. Sesuai pesan ulama, seburuk-buruknya kaum adalah mereka yang hanya rajin beribadah di bulan Ramadan, namun kembali lalai di luar bulan suci tersebut.
“Kebiasaan-kebiasaan positif seperti bersedekah, mengendalikan diri, serta menjaga kedekatan spiritual dengan Allah harus terus dijaga. Jangan sampai sajadah dan Al-Qur’an kita berdebu. Sesungguhnya orang yang saleh adalah ia yang beribadah dan bersungguh-sungguh sepanjang hidup atau sepanjang tahunnya. Nah, itulah ciri orang yang sukses di bulan Ramadan,” pesannya mengingatkan.
Menjelang berakhirnya bulan suci ini, Ustaz Budi mengajak seluruh jemaah untuk memaksimalkan sisa waktu yang ada dengan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, seperti menyelesaikan tadarus Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak istigfar. Ia berharap ibadah puasa tahun ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh umat Islam, sehingga mampu mencapai tujuan utamanya, yakni menjadi pribadi yang bertakwa secara paripurna. (Mei)
