Refleksi Kemanusiaan dan Kebencanaan dalam Khotbah Idulfitri 1447 H UAD

Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. LPSI UAD)
Rangkaian ibadah salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada Jumat, 20 Maret 2026 di Lapangan Sepak Bola Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) diwarnai dengan pesan mendalam mengenai nilai-nilai kemanusiaan.
Bertindak sebagai penceramah atau khatib adalah Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, S.T. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk merefleksikan rasa syukur pascabulan Ramadan, sekaligus mengingatkan umat Islam untuk berempati terhadap situasi geopolitik dunia dan rentetan musibah di tanah air.Secara khusus, khatib menyoroti kondisi saudara-saudara sebangsa di Sumatra yang terdampak bencana dan hingga kini masih menempati hunian sementara.
Lebih lanjut, H. Budi Setiawan memaparkan bahwa masalah kemiskinan di era modern bukanlah sekadar problem kesulitan ekonomi yang dapat diselesaikan dengan pemberian santunan semata. Ia menambahkan perlunya gerakan sosial yang menyeluruh dan berlandaskan pada semangat teologi Al-Ma’un.
Gerakan tersebut mencakup pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, penguatan lembaga amil zakat, hingga penanggulangan bencana yang terintegrasi. Di samping itu, penceramah juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang gerak bagi perempuan di ranah publik serta menjamin perlindungan bagi anak sebagai amanah generasi penerus bangsa.
Terkait isu kebencanaan yang kerap melanda pertiwi, ia berpesan agar umat Islam tidak memandang musibah semata-mata sebagai takdir atau kemarahan Tuhan. Sebaliknya, harus senantiasa ditumbuhkan semangat kritis, tindakan mitigasi yang positif, serta upaya pemenuhan hak-hak dasar bagi para korban bencana.
“Semangat berkemajuan haruslah tetap dalam bingkai kemanusiaan,” tegas H. Budi Setiawan memungkasi pesan khotbahnya. (Septia)
