• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Tuan Rumah Good Talk Off Air Yogyakarta, Kupas Arah Sistem Pendidikan Indonesia

25/09/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tuan Rumah Good Talk Off Air Yogyakarta GNFI (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda bincang dan jejaring Good Talk Off Air yang diinisiasi oleh Good News From Indonesia (GNFI) pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Audio Visual Gedung Museum Muhammadiyah Lantai 4 Kampus IV UAD, forum diskusi yang biasanya rutin digelar di Jakarta ini hadir di Yogyakarta dengan mengangkat tema “Mau Dibawa ke Mana Sistem Pendidikan Kita?”. 

Kegiatan diawali dengan opening performance menarik dari Kak Egi Prayoga, seorang pendidik sekaligus storyteller yang membagikan dinamika pengalaman dan potret nyata dunia pendidikan dari kacamata guru honorer. Rangkaian acara kemudian resmi dibuka dengan sambutan Produser Eksekutif GNFI, Febriansyah Tri P., yang dilanjutkan dengan sambutan pihak tuan rumah oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D.

Mewakili Rektor UAD, Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas dipilihnya UAD sebagai episentrum diskusi arah pendidikan ini. Dalam sambutannya, ia menitikberatkan tiga hal fundamental bahwa pendidikan merupakan hak konstitusional setiap warga negara, jalan utama mengubah nasib, serta pilar mencerdaskan kehidupan berbangsa.

Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Dewan Pembina Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta, Sri Wahyaningsih, B.Sc., menyoroti pentingnya emansipasi dan kemerdekaan belajar yang sesungguhnya. Ia mengkritisi kurikulum formal yang dinilai kian kaku akibat birokrasi dan cenderung menyeragamkan potensi anak.

“Setiap anak lahir sebagai individu yang unik dan berhak menemukan potensinya sendiri. Mengapa semuanya harus diseragamkan lewat kurikulum dan mata pelajaran yang sama?” tutur Sri Wahyaningsih.

Melalui model PKBM di SALAM, ia menerapkan pendekatan daur belajar berbasis riset kontekstual dan sistem trisentra—yang menyatukan peran orang tua, sekolah, dan masyarakat. Baginya, pendidikan bukanlah sekadar menghafal buku teks atau mengejar angka, melainkan proses memanusiakan manusia. Hal ini terbukti dari anak-anak didiknya yang sejak dini aktif menulis riset, menerbitkan novel mandiri, hingga menarik perhatian puluhan periset dunia.

Kajian ini kian lengkap dengan pandangan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., yang menekankan pentingnya menumbuhkan budaya mutu serta kemampuan learning to learn di era modern. Melalui forum bincang santai ini, para peserta diajak merefleksikan kembali hakikat dasar pendidikan agar tak terjebak dalam formalitas semata. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Tuan-Rumah-Good-Talk-Off-Air-Yogyakarta-GNFI-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:45:582026-09-25 09:45:58UAD Tuan Rumah Good Talk Off Air Yogyakarta, Kupas Arah Sistem Pendidikan Indonesia

Dikpora Yogyakarta Gandeng Dosen UAD Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris di Jenjang SD

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Dosen UAD, Patria Handung Jaya, pameteri Peningkatan Kapasitas Guru untuk Mengajar Bahasa Inggris Jenjang SD oleh Dikpora Yogyakarta (Foto. Istimewa)

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Guru untuk Mengajar Bahasa Inggris Jenjang Sekolah Dasar (SD) pada 16–17 September 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Picis, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.

Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memperkuat kompetensi guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Narasumber kegiatan ini adalah Dr. Patria Handung Jaya, S.Pd., M.A., dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Materi yang diberikan mencakup kesiapan guru dalam mengajarkan Bahasa Inggris kepada siswa SD. Guru juga mendapat penguatan mengenai cara menciptakan suasana belajar yang komunikatif, sederhana, dan menyenangkan bagi siswa.

Salah satu materi yang disampaikan yaitu pentingnya membiasakan penggunaan instruksi sederhana dalam Bahasa Inggris di dalam kelas. Guru didorong untuk menggunakan ungkapan dan instruksi sederhana secara konsisten agar siswa terbiasa mendengar, memahami, serta merespons Bahasa Inggris secara lebih natural dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Mujino, S.Pd., M.Acc., menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas guru perlu diikuti dengan perubahan pola pikir dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris. Menurutnya, guru perlu menciptakan pengalaman belajar yang membuat siswa nyaman, percaya diri, dan menikmati proses pembelajaran.

“Pola pikir guru dalam mengajar Bahasa Inggris perlu diarahkan agar pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Dengan suasana yang positif, siswa akan lebih berani untuk mendengar, mencoba, dan merespons Bahasa Inggris tanpa merasa terbebani,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan guru SD di Kota Yogyakarta dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual, komunikatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar, sehingga mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-UAD-Patria-Handung-Jaya-pameteri-Peningkatan-Kapasitas-Guru-untuk-Mengajar-Bahasa-Inggris-Jenjang-SD-oleh-Dikpora-Yogyakarta-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:37:372026-09-25 09:37:37Dikpora Yogyakarta Gandeng Dosen UAD Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris di Jenjang SD

Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan dan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar aksi penghijauan di lingkungan SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Kulon Progo, pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini diinisiasi sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekolah sekaligus ikhtiar menciptakan suasana belajar yang lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi warga sekolah.

Aksi penghijauan tersebut melibatkan kolaborasi langsung antara mahasiswa PLP-KKN UAD, dewan guru, dan peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Mahasiswa menjelaskan fungsi vegetasi dalam menyaring udara, menurunkan suhu mikro di sekitar ruang kelas, serta mempercantik tata ruang sekolah.

Usai mendapatkan pengantar edukasi, para siswa diajak mempraktikkan langsung teknik penanaman dan perawatan tanaman di area yang telah disiapkan. Didampingi oleh mahasiswa, para siswa tampak antusias belajar menggemburkan tanah, memasukkan bibit ke dalam media tanam, hingga menyiramnya secara teratur. Melalui praktik langsung ini, siswa tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga dilatih memiliki rasa tanggung jawab dan kerja sama.

Kepala SD Unggulan Muhammadiyah Krembangan, Rini Utami, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa UAD. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis aksi nyata ini sangat relevan untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Kegiatan penghijauan ini sangat positif karena anak-anak dapat belajar secara konkret tentang pentingnya menjaga alam. Kami berharap tanaman yang sudah ditanam dapat terus dirawat bersama dan menjadi bagian dari wajah sekolah yang semakin asri,” ungkap Rini.

Hal senada diutarakan oleh salah satu perwakilan dewan guru, Adhi Tika. Ia mengamati antusiasme tinggi dari para siswa selama kegiatan berlangsung. “Peserta didik tidak sekadar mendengarkan materi, melainkan ikut andil menanam dan merawatnya secara langsung. Harapannya, kebiasaan baik menjaga keasrian ini dapat mereka bawa dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa PLP-KKN UAD, Arifan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai kontribusi nyata dan berkelanjutan selama masa pengabdian mereka di sekolah mitra. “Kami ingin mengajak adik-adik memahami bahwa aksi melestarikan bumi bisa dimulai dari hal paling sederhana, seperti menanam dan merawat satu pohon bersama-sama,” tuturnya.

Melalui program penghijauan ini, mahasiswa PLP-KKN UAD berharap kebiasaan merawat ruang terbuka hijau di sekolah dapat terus dirawat oleh seluruh warga sekolah. Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini menjadi modal penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis generasi muda demi mewujudkan sekolah sehat dan ramah lingkungan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-penghijauan-di-SD-Muhammadiyah-Krembangan-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:30:292026-09-25 09:30:29Mahasiswa PLP-KKN UAD Adakan Penghijauan di SD Muhammadiyah Krembangan

Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

25/09/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dukung program adiwiyata melalui edukasi pengelolaan sampah di SMAN 1 Piyungan (Foto. KKN)

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN)  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan lokakarya pemilahan sampah dan pembuatan pupuk organik cair (POC) di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan dibuka oleh Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, selaku pembawa acara. Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Piyungan, Bekti Mulatsih, S.Pd., M.Pd., memberikan pengarahan kepada peserta. Ia mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Bekti juga berharap program yang diinisiasi mahasiswa PLP-KKN UAD dapat berkelanjutan dan mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata di sekolah.

“Anak-anak perlu mengikuti pelatihan ini dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Kami berharap program dari mahasiswa KKN UAD dapat terus berkelanjutan serta mendukung pelaksanaan program Adiwiyata di sekolah,” ujarnya.

Memasuki sesi materi, Tiara Amanda, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, menyampaikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah. Siswa dikenalkan pada cara memilah sampah berdasarkan jenisnya serta manfaat pengelolaan sampah yang tepat bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, sampah yang telah dipilah berpotensi dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dwi Ayu Teguh Pambudi mengenai pembuatan POC. Ia menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan organik kepada siswa.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan POC secara berkelompok. Sebanyak 45 siswa dibagi menjadi sembilan kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh satu mahasiswa PLP-KKN UAD sebagai fasilitator. Menggunakan bahan organik yang telah disiapkan, siswa mempraktikkan tahapan pembuatan POC sambil berdiskusi dan bertukar pengetahuan dengan pendamping.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Asry, siswa kelas X E-5, mengungkapkan bahwa lokakarya tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah limbah rumah tangga. “Saya jadi tahu cara memanfaatkan limbah dapur untuk dibuat menjadi pupuk POC. Besok adakan workshop lagi ya, Kak! Kegiatannya menyenangkan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa PLP-KKN UAD dalam mendukung pengembangan budaya peduli lingkungan di SMA Negeri 1 Piyungan. Melalui edukasi dan praktik langsung, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah serta memanfaatkan limbah organik secara bijak, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dukung-program-adiwiyata-melalui-edukasi-pengelolaan-sampah-di-SMAN-1-Piyungan-Foto.-KKN.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:24:342026-09-25 09:24:34Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah di SMAN 1 Piyungan

Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

25/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa PLP-KKN Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand (Foto. Istimewa)

Ada perjalanan yang tidak selesai ketika seseorang kembali ke tanah air. Ia menetap dalam ingatan, tumbuh menjadi pengalaman, dan terkadang meninggalkan jejak pada tempat yang pernah disinggahi. Begitulah kisah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika menempuh PLP-KKN Internasional di Sangkhom Islam Wittaya School, Songkhla, Thailand. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terdiri dari  Restu nandayu, Adam Hafidz, dan Nazwa Widhy Azzurha, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Najwa Lelya Mawarda.

Selama hampir satu bulan, 10 Agustus hingga 4 September 2026, mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai calon pendidik yang menjalankan praktik kependidikan. Mereka datang membawa pengetahuan dari Indonesia, tetapi pada saat yang sama membuka diri untuk belajar dari lingkungan baru. Di ruang kelas, halaman sekolah, masjid, hingga tengah masyarakat, mereka menemukan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang diajarkan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang hadir, beradaptasi, dan memberi makna bagi orang lain.

Kehadiran mahasiswa UAD di Sangkhom juga bukan cerita yang baru dimulai tahun ini. Hubungan antara UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School telah terjalin sekitar satu dekade. Selama rentang tersebut, mahasiswa dan alumni UAD datang silih berganti untuk belajar, mengajar, berinteraksi, sekaligus meninggalkan pengalaman yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan sekolah.

Tahun ini, cerita itu kembali dilanjutkan.

Mahasiswa ditempatkan pada jenjang Prathom atau sekolah dasar dan Anuban atau taman kanak-kanak. Di sana, mereka mendampingi peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk pengajaran Al-Qur’an. Huruf hijaiyah, tanda baca, tartil, hingga hafalan ayat-ayat pilihan menjadi bagian dari proses belajar. Namun, mengajar di negeri lain membuat mahasiswa menyadari bahwa metode yang berhasil di satu tempat belum tentu dapat diterapkan begitu saja di tempat lain.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan karakter peserta didik menuntut mahasiswa untuk lebih peka. Mereka harus menemukan cara berkomunikasi yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami anak-anak.

Pada titik inilah praktik lapangan menemukan maknanya. Teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah berhadapan langsung dengan situasi nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga membaca keadaan, memahami peserta didik, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

Dari sana, ruang kelas tidak lagi sekadar tempat mengajar. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pengalaman pendidikan Indonesia dan kehidupan masyarakat Muslim di Thailand. Jika mahasiswa belajar mengenal Thailand, mereka juga membawa Indonesia untuk diperkenalkan kepada warga sekolah. Melalui Indonesia Day, kekayaan Nusantara dihadirkan dalam bentuk yang dekat dengan dunia anak-anak. Nasi pecel menjadi salah satu pintu untuk mengenalkan kuliner Indonesia. Batik diperkenalkan melalui kegiatan mewarnai. Senjata tradisional, pentas seni, hingga film dokumenter turut menjadi bagian dari cara mahasiswa memperkenalkan Indonesia.

Hal-hal sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak selalu harus diperkenalkan melalui penjelasan panjang. Sepiring makanan, selembar kain, sebuah pertunjukan, atau sebuah cerita dapat menjadi jembatan untuk memahami masyarakat yang berbeda.

Menariknya, proses itu berlangsung dua arah. Ketika mahasiswa memperkenalkan Indonesia kepada siswa Thailand, mereka juga belajar bagaimana budaya Indonesia diterima, ditafsirkan, dan dipahami dari sudut pandang masyarakat di negara lain. Pengabdian mahasiswa kemudian berkembang ke berbagai aspek kehidupan siswa. Nilai-nilai keislaman diperkenalkan melalui lomba adzan, tartil Al-Qur’an, dan nasyid Asmaul Husna.

Lomba tidak sekadar menghadirkan suasana kompetitif. Di dalamnya terdapat kesempatan bagi siswa untuk melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan kemampuan mereka. Begitu pula dengan Gerakan Anti Bullying. Mahasiswa menggunakan materi edukatif, film, dan permainan inovatif untuk membantu siswa memahami pentingnya menghargai teman serta menciptakan lingkungan yang aman.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dalam banyak bentuk. Nilai tentang keberanian, kepedulian, dan saling menghargai tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah. Anak-anak dapat belajar melalui pengalaman yang mereka jalani sendiri.

Di bidang kesehatan dan lingkungan, mahasiswa memperkenalkan pemilahan sampah, piket, Kamis Bersih, program gizi “Ini Piringku”, serta praktik menyikat gigi bagi anak-anak TK. Sementara itu, pelatihan pemadaman kebakaran menjadi salah satu cara mengenalkan keselamatan dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Berbagai kegiatan tersebut mungkin tampak sederhana. Namun, pendidikan memang kerap bekerja melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang hingga menjadi bagian dari kehidupan.

Jejak pengabdian mahasiswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Mereka turut melakukan revitalisasi masjid, jalan sehat dan pungut sampah, serta senam sehat bersama masyarakat sekitar. Perjumpaan dengan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda. Mahasiswa tidak lagi berhadapan dengan peserta didik sebagai objek pembelajaran, melainkan hadir sebagai bagian dari lingkungan sosial yang mereka datangi.

Di sanalah KKN Internasional memperoleh makna yang lebih luas. Pengabdian bukan semata tentang seberapa banyak program yang dapat dilaksanakan, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, berinteraksi, dan memahami kehidupan masyarakat dari dekat. Mahasiswa belajar bahwa memberi tidak selalu berarti datang dengan membawa sesuatu. Terkadang, memberi berarti bersedia menjadi bagian dari kehidupan orang lain, meski hanya dalam waktu yang terbatas.

Selain pembelajaran dan pengabdian sosial, mahasiswa juga berkontribusi dalam pengembangan literasi dan media sekolah. Mereka membuat majalah dinding berbahasa Thailand, menyumbangkan buku cerita berbahasa Indonesia, serta membantu menata ruang baca. Buku-buku tersebut menjadi lebih dari sekadar bahan bacaan. Ia menjadi medium kecil yang mempertemukan bahasa dan budaya Indonesia dengan anak-anak Thailand.

Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga membantu mendokumentasikan aktivitas sekolah melalui media sosial dan video kegiatan. Dengan begitu, cerita tentang Sangkhom Islam Wittaya School tidak hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang yang terlibat, tetapi juga dapat terus dikenang melalui dokumentasi digital.

Di balik seluruh kegiatan tersebut, ada satu hal yang membuat perjalanan ini memiliki arti lebih panjang: hubungan UAD dengan Sangkhom Islam Wittaya School yang telah berlangsung sekitar sepuluh tahun. Satu dekade berarti ada banyak generasi mahasiswa yang pernah datang. Ada yang mengajar, ada yang belajar, ada yang mengenal bahasa dan budaya Thailand, dan ada pula yang kemudian kembali sebagai alumni dengan cerita masing-masing.

Jejak generasi sebelumnya membuat mahasiswa yang datang hari ini tidak benar-benar memulai dari awal. Mereka melanjutkan hubungan yang telah dibangun oleh mahasiswa dan alumni terdahulu. Kedekatan itu juga tercermin dari perhatian keluarga besar Sangkhom kepada mahasiswa UAD. Thalib Kayem, Direktur Sangkhom Islam Wittaya School, secara konsisten memperhatikan kondisi mahasiswa selama menjalankan program dan memastikan mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Preecha Roeng Samut, Kepala Prathom Sangkhom Islam Wittaya School, mengingatkan mahasiswa bahwa perbedaan negara tidak seharusnya menjadi batas bagi persaudaraan. “Kita adalah saudara. Walaupun kita berasal dari negara yang berbeda, kita tetap satu sebagai sesama Muslim. Silaturahmi harus terus dijaga.”

Pesan tersebut menjadi lebih dari sekadar ucapan penutup. Ia menjadi pengingat bahwa kerja sama pendidikan dapat berkembang menjadi hubungan kemanusiaan yang jauh lebih panjang. Program mungkin memiliki tanggal mulai dan tanggal selesai. Mahasiswa mungkin harus kembali ke Indonesia. Namun, hubungan yang telah tumbuh tidak harus berakhir bersamaan dengan selesainya program.

Hampir satu bulan di Thailand akhirnya memberikan mahasiswa UAD sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman praktik lapangan. Mereka belajar mengajarkan Al-Qur’an sekaligus belajar memahami peserta didik. Mereka mengenalkan Indonesia sekaligus belajar melihat budaya sendiri dari perspektif masyarakat lain. Mereka berbicara tentang kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan anti-bullying, sekaligus belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Mereka hadir di sekolah, masjid, dan tengah masyarakat. Mereka meninggalkan buku, dokumentasi, pengalaman, serta berbagai program. Namun, pada saat yang sama, mereka membawa pulang pemahaman baru tentang pendidikan, kebudayaan, masyarakat, dan persaudaraan. Sebab, pendidikan sejatinya tidak mengenal batas geografis. Seorang calon pendidik tidak hanya dituntut mampu berdiri di depan kelas, tetapi juga harus mampu hadir di tengah keberagaman dengan pikiran terbuka, sikap adaptif, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak hubungan UAD dan Sangkhom Islam Wittaya School mulai terjalin. Mahasiswa datang silih berganti, program terus berkembang, dan setiap generasi meninggalkan ceritanya sendiri. Kini, mereka menjadi bagian dari cerita tersebut.

Di Thailand, mahasiswa UAD belajar untuk memberi. Namun, dalam proses memberi itu pula, mereka menemukan bahwa setiap perjumpaan selalu memiliki sesuatu untuk diajarkan. Dan mungkin, di situlah makna perjalanan ini: datang untuk mengabdi, pulang dengan pemahaman yang lebih luas, dan meninggalkan persaudaraan yang tetap hidup meski jarak kembali terbentang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PLP-KKN-Internasional-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-Sangkhom-Islam-Wittaya-School-Songkhla-Thailand-Foto.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-25 09:17:262026-09-30 11:00:19Satu Dekade, Satu Persaudaraan: Jejak Mahasiswa UAD di Sangkhom Islam Wittaya School

UAD Bekali Mahasiswa untuk Siapkan Karier Sejak Awal Kuliah

24/09/2026/in Terkini /by Ard

Orientasi Kemahasiswaan dan Alumni Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Kepala Bidang Pusat Pengembangan Karier Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), apt. Hendy Ristiono, M.P.H., mengingatkan mahasiswa baru untuk mulai mempersiapkan karier sejak awal masa perkuliahan, bukan menunggu hingga menjelang kelulusan.

Menurut Hendy, kuliah tidak menjamin kesuksesan seseorang secara otomatis, tetapi memperbesar peluang untuk hidup lebih layak. “Kuliah itu bukan untuk menjamin kita sukses, tapi untuk memperbesar kemungkinan kita hidup secara layak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan banyaknya jumlah perguruan tinggi dan program studi sejenis di Indonesia, mahasiswa perlu memiliki nilai jual (value) lebih agar mampu bersaing di dunia kerja. Nilai jual tersebut dapat dibangun melalui pengalaman organisasi, keikutsertaan dalam lomba, magang, hingga sertifikasi keahlian sejak semester awal.

Hendy juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan portofolio dan CV dengan bidang yang dituju, mengingat kini banyak perusahaan menggunakan sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring lamaran kerja secara otomatis. “Minimal kesesuaian CV dengan posisi yang dilamar itu 80 persen. Kalau di bawah itu, bisa langsung tertolak secara sistem,” jelasnya.

Ia memaparkan sejumlah program Pusat Pengembangan Karier yang dapat diikuti mahasiswa, di antaranya pelatihan soft skill 1 dan 2, program magang bersertifikat, seminar perencanaan karier bersama alumni, education fair bagi yang ingin melanjutkan studi S2/S3, hingga UAD Job Fair yang rutin menghadirkan puluhan perusahaan mitra setiap tahun.

Berdasarkan hasil tracer study, Hendy mengungkapkan bahwa 93,9 persen alumni UAD mendapatkan pekerjaan pertama kurang dari enam bulan setelah lulus. “Ini menjadi bukti bahwa lulusan UAD sudah dipercaya oleh dunia kerja, asal mahasiswa juga menyiapkan diri sejak sekarang,” katanya.

Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk mulai membangun rekam jejak digital yang positif serta memanfaatkan waktu selama kuliah sebaik mungkin. “Rekam jejak digital itu kejam. Perbanyak hal positif, dan mulai sekarang perbaiki CV serta portofolio kalian sedikit demi sedikit,” pungkas Hendy. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Orientasi-Kemahasiswaan-dan-Alumni-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:26:412026-09-24 09:26:41UAD Bekali Mahasiswa untuk Siapkan Karier Sejak Awal Kuliah

PLP-KKN UAD Jadikan Hidroponik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SMAN 1 Piyungan

24/09/2026/in Terkini /by Ard

PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) jadikan hidroponik sebagai media edukasi lingkungan di SMAN 1 Piyungan (Foto. PLP-KKN UAD)

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar edukasi dan pelatihan budidaya tanaman hidroponik di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 30 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X dan XI.

Pemilihan perwakilan siswa dilakukan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan kepada siswa lain di masing-masing kelas. Kegiatan dibuka oleh Suryani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), selaku pembawa acara. Selanjutnya, sesi edukasi disampaikan oleh Majmu’atus Sururriyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, bersama Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK).

Materi yang diberikan mencakup pengenalan budidaya hidroponik, manfaat, jenis media tanam yang dapat digunakan, tahapan penanaman menggunakan media sekam bakar, hingga perawatan tanaman. Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam yang dapat diterapkan pada lingkungan dengan keterbatasan lahan.

“Budidaya tanaman hidroponik di sekolah dapat menjadi sarana bagi teman-teman untuk belajar dan praktik secara langsung. Metode ini juga efisien diterapkan pada lingkungan dengan lahan terbatas serta dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas lingkungan,” ungkap Ria.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik budidaya tanaman secara langsung dengan pendampingan mahasiswa PLP-KKN UAD. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan tahapan budidaya, mulai dari memilih dan menyiapkan media tanam, memasukkan sekam bakar ke dalam instalasi paralon, mengelompokkan tanaman berdasarkan jenis, melakukan penanaman, hingga mempelajari perawatan tanaman.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, perwakilan siswa dilibatkan dalam piket perawatan dan penyiraman tanaman secara berkala. Mereka juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di kelas masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak siswa.

Aji, selaku Ketua KKN Unit III.A.3, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan bercocok tanam, tetapi juga mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam bercocok tanam sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Harapannya, program ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh siswa sehingga mendukung program sekolah serta upaya pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Melalui edukasi dan praktik budidaya hidroponik, mahasiswa PLP-KKN UAD berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik langsung. Keterlibatan siswa dalam perawatan tanaman diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus menjadikan area hidroponik sebagai ruang belajar hijau di SMA Negeri 1 Piyungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PLP-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-jadikan-hidroponik-sebagai-media-edukasi-lingkungan-di-SMAN-1-Piyungan-Foto.-PLP-KKN-UAD.jpeg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:20:182026-09-24 09:20:18PLP-KKN UAD Jadikan Hidroponik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SMAN 1 Piyungan

Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster Chem-E-Car Competition di AISC x AI Series 2026

24/09/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I poster Chem-E-Car Competition di AISC x AI Series 2026 (Foto. Tim Chem E-Car)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam tim Superheateam 1.0 berhasil meraih Juara I Poster Kompetisi Chem-E-Car dalam ajang ASEAN Interactive Science Competition (AISC) x AI Series 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh panitia AISC x AI Series Universitas Indonesia di Universitas Indonesia, Depok, pada 4-6 September 2026.

Tim Superheateam 1.0 terdiri atas Mutiara Wilson sebagai ketua tim, bersama Maghfirotun Rizqa, Naeera Zulfa Lazuardi, Sahman Kaimudin, Rafi Athallah, dan Luthfan Aulia sebagai anggota yang tergabung dalam tim mekanik dan riset. Dalam kompetisi tersebut, tim membawa karya berjudul Cylux 4.0 yang mengembangkan inovasi pada sistem mobil Chem-E-Car dengan berfokus pada efisiensi reaksi kimia, stabilitas desain, dan keamanan sistem.

Mutiara Wilson mengungkapkan rasa bangga, syukur, dan haru atas pencapaian yang diraih timnya. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga karena tim Superheateam 1.0 dapat berkompetisi dengan sejumlah perguruan tinggi dari luar negeri dan perguruan tinggi negeri di Indonesia.

“Kami merasa sangat bangga, bersyukur, dan terharu karena dapat bersaing dengan universitas luar negeri dan perguruan tinggi negeri di Indonesia. Usaha keras, diskusi panjang, serta riset mendalam yang kami lakukan selama persiapan akhirnya terbayar tuntas,” ungkapnya.

Cylux 4.0 mengusung sistem sumber daya berbasis Aluminium-Air Battery. Teknologi tersebut memanfaatkan reaksi redoks antara aluminium dan oksigen dengan elektrolit natrium hidroksida (NaOH) sebagai sumber energi untuk menggerakkan mobil. Selain sistem sumber daya, inovasi juga dikembangkan pada mekanisme penghentian mobil.

Pada mekanisme stopping, tim memanfaatkan reaksi antara natrium tiosulfat dan asam sulfat yang menghasilkan endapan sulfur. Tingkat kekeruhan larutan kemudian dideteksi menggunakan sensor turbidity. Ketika tingkat kekeruhan mencapai batas yang telah ditentukan, sensor secara otomatis memutus arus menuju motor sehingga mobil dapat berhenti.

Dari sisi desain, Cylux 4.0 menggunakan sasis akrilik ringan dengan struktur penyebaran beban berbentuk T atau T-structure load distribution chassis. Sistem tersebut dilengkapi Double Safety Box untuk mengisolasi komponen elektrikal dan bahan kimia sehingga aspek keamanan menjadi bagian dari rancangan mobil.

Mutiara menjelaskan, salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah menyajikan informasi teknis yang kompleks ke dalam satu lembar poster. Tim harus merangkum berbagai aspek, mulai dari reaksi redoks pada baterai, mekanisme penghentian otomatis berbasis kekeruhan, hingga hasil riset agar dapat disampaikan secara ringkas, estetis, dan mudah dipahami.

“Tantangan terbesar kami adalah memadatkan informasi teknis Chem-E-Car yang sangat kompleks menjadi satu lembar poster yang estetis, ringkas, dan mudah dipahami. Kami juga harus menyampaikan seluruh gagasan tersebut secara lugas dalam batasan waktu yang sangat ketat saat sesi tanya jawab dengan dewan juri,” jelasnya.

Salah satu momen yang berkesan bagi tim terjadi saat sesi pameran poster dan penilaian. Tim berkesempatan memaparkan sistem Aluminium-Air Battery serta mekanisme penghentian otomatis berbasis sensor kekeruhan kepada dewan juri dan peserta lainnya. Ketegangan selama menunggu pengumuman kemudian berubah menjadi kegembiraan ketika nama Superheateam 1.0 diumumkan sebagai peraih Juara I Poster Kompetisi Chem-E-Car.

Mutiara berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UAD untuk berani mengikuti berbagai kompetisi. Baginya, kompetisi tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan kemampuan, melatih mental, dan memperluas jejaring.

(Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-poster-Chem-E-Car-Competition-di-AISC-x-AI-Series-2026-Foto.-Tim-Chem-E-Car.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:12:532026-09-24 09:13:34Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster Chem-E-Car Competition di AISC x AI Series 2026

KKN UAD Dorong Digitalisasi UMKM di Sambimulyo, Banyuwangi

24/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong digitalisasi UMKM di Sambimulyo, Banyuwangi (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 161 Banyuwangi Unit 1.A.3 melaksanakan Program Pengembangan Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah RW 03 Sambimulyo, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung pada 14 Agustus hingga 7 September 2026 tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan media digital dalam memperkuat keberadaan, branding, dan pemasaran usaha.

Program dilaksanakan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya digitalisasi sekaligus mendampingi pelaku usaha dalam membuat dan mengembangkan Google Maps serta akun media sosial. Selain itu, pendampingan juga mencakup penyusunan branding profil UMKM agar identitas usaha dapat ditampilkan secara lebih menarik dan informatif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan konten digital serta pendampingan pengelolaan akun media sosial. Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diarahkan agar tidak hanya memiliki media digital untuk memperkenalkan usahanya, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri. Tahap akhir dilakukan melalui monitoring untuk melihat perkembangan serta keberlanjutan pemanfaatan media digital oleh pelaku UMKM.

Program ini dilaksanakan karena pemanfaatan media digital dinilai dapat membantu UMKM agar lebih mudah ditemukan dan dikenal oleh masyarakat. Kehadiran usaha pada Google Maps dan media sosial juga dapat menjadi sarana untuk membangun identitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta menyajikan informasi dan konten produk secara lebih menarik.

Salah satu pelaku UMKM menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UAD. “Kami mengucapkan terima kasih kepada KKN UAD 161 Banyuwangi Unit 1.A.3 atas program digitalisasi UMKM yang telah diberikan. Program ini sangat bermanfaat bagi kami karena membantu UMKM untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas melalui Google Maps dan media sosial. Kami berharap ilmu dan pendampingan yang diberikan dapat terus kami manfaatkan agar usaha kami semakin berkembang dan lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Melalui Program Pengembangan Digitalisasi UMKM, KKN UAD 161 Banyuwangi Unit 1.A.3 berupaya memberikan pendampingan yang dapat mendukung pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital secara berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM di RW 03 Sambimulyo untuk memperluas jangkauan informasi dan pemasaran usahanya melalui berbagai platform digital. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-digitalisasi-UMKM-di-Sambimulyo-Banyuwangi-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 09:04:502026-09-24 09:04:50KKN UAD Dorong Digitalisasi UMKM di Sambimulyo, Banyuwangi

WR Kemahasiswaan UAD: Mahasiswa Harus Mengembangkan Potensi dan Berprestasi

24/09/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada orientasi kemahasiswan P2K UAD 2026 (Foto. Humas UAD)

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya mengandalkan perkuliahan di ruang kelas, melainkan aktif mengembangkan diri agar siap bersaing setelah lulus. Hal itu disampaikan dalam sesi motivasi berprestasi pada acara Orientasi Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Senin, 14 September 2026, di Ruang Amphitarium lantai 10, Gedung Utama Kampus IV UAD.

Gatot mengibaratkan perkuliahan di ruang kelas seperti berenang di kolam yang landai tanpa arus, sedangkan dunia kerja setelah lulus ibarat samudra luas dengan arus yang keras. “Kalau adik-adik hanya punya satu gaya berenang, kemungkinan besar akan tenggelam di dunia nyata. Maka, mumpung masih di UAD, pelajarilah banyak ‘gaya berenang’ supaya siap menghadapi tantangan setelah lulus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, motivasi berprestasi dapat dibangun melalui rumus dari buku Kubik Leadership karya Arif Poniman dan Jamil Azzaini, yaitu to be (cita-cita) dikalikan to have (keinginan memiliki sesuatu) dikalikan valensi (kapasitas diri). Menurutnya, mahasiswa perlu fokus memperbesar cita-cita dan terus meningkatkan (upgrade) valensi diri, sementara to have cukup dijadikan hasil ikutan, bukan tujuan utama. Hal tersebut dibangun dari tiga hal, yaitu ilmu yang didapat selama kuliah, nilai moral dari ajaran agama, serta pengalaman sosial melalui organisasi kemahasiswaan.

Gatot juga memaparkan rekam jejak prestasi UAD di ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat LLDikti Wilayah V DIY sejak 2003 hingga 2026. Ia mencontohkan capaian tahun ini, di antaranya mahasiswa UAD yang meraih juara I Pilmapres tingkat sarjana serta mahasiswa UAD yang meraih juara I untuk jenjang vokasi. Keduanya, bersama satu mahasiswa lain, mewakili DIY dalam ajang Pilmapres tingkat nasional di Jakarta.

“Mahasiswa tidak hanya kuliah di ruang kelas. Mereka aktif berorganisasi, mengikuti kompetisi, dan berani mencoba. Itu kuncinya,” kata Gatot.

Sebagai pesan penutup bagi mahasiswa baru, Gatot mengingatkan pentingnya berpikir positif serta berani mencoba sejak awal. “Orang bisa itu bukan karena pintar, tapi karena biasa. Jangan pernah takut mencoba, karena semua orang hebat juga pernah memulai dari nol,” pungkasnya. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Gatot-Sugiharto-S.H.-M.H.-Wakil-Rektor-Bidang-Kemahasiswaan-dan-Alumni-pada-orientasi-kemahasiswan-P2K-UAD-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-24 08:56:162026-09-24 08:56:16WR Kemahasiswaan UAD: Mahasiswa Harus Mengembangkan Potensi dan Berprestasi
Page 6 of 594«‹45678›»

TERKINI

  • Prodi Magister Informatika UAD Gelar Pelatihan Penggunaan Teknologi Digital yang Aman dan Bijak16/10/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Siswa tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Keselamatan Lalu Lintas16/10/2026
  • KKN UAD Kembangkan Kampung Hijau di Timuran, Yogyakarta16/10/2026
  • Forsikip UAD Gelar Pelatihan Pengembangan Diri Lintas Kampus bagi Awardee KIP-Kuliah15/10/2026
  • Menjajaki Riset, Inovasi, dan Teknologi dari Academic Visit di Tiongkok15/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top