PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD

Prosesi Wisuda Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) Angkatan Pertama (Foto. Humas UAD)
Momen bersejarah mewarnai agenda Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Ahad, 1 Maret 2026 di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rangkaian kegiatan pengajian hari kedua tersebut diwarnai dengan Wisuda Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) Angkatan Pertama.
Acara diawali dengan prosesi penyematan tanda lulus secara simbolis kepada para mahasiswa SIM oleh Ketua PWM DIY dan Direktur Sekolah Ideologi Muhammadiyah. Setelah itu, para wisudawan SIM membaca Ikrar Komitmen Ideologi bersama-sama. Kehadiran para pendamping, yakni suami maupun istri dari wisudawan, turut menambah suasana haru dan bangga dalam prosesi tersebut.
Dalam laporannya, Direktur Sekolah Ideologi Muhammadiyah, Dr. Hardi Santosa, M.Pd., menyampaikan proses panjang dan komprehensif yang telah dilalui oleh para peserta SIM selama satu tahun hingga akhirnya dinyatakan lulus dan siap berkontribusi bagi persyarikatan. Ia menyebutkan bahwa 90 persen lulusan angkatan pertama ini adalah kepala sekolah dan guru, yang merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Dikdasmen PWM DIY.
Hardi menjelaskan bahwa sejarah berdirinya SIM berawal dari kegelisahan bersama dan arahan Ketua PWM DIY untuk merancang program penguatan ideologi. Setelah melalui proses diskusi, benchmarking ke UNIMMA, hingga workshop penyusunan kurikulum, terbentuklah 13 mata kuliah yang ditempuh selama dua semester. Selain itu, peserta juga harus mengikuti ujian akhir komprehensif yang bertujuan untuk menguatkan tata pikir ideologis sekaligus membangun nalar metodologis.
“Kami ingin mahasiswa memiliki tata pikir ideologis yang kuat, tetapi juga disesuaikan dengan cara berpikir metodologis agar mampu survive saat mengambil keputusan-keputusan strategis di tempat kerja masing-masing,” paparnya.
Selama masa pendidikan, peserta tidak hanya dibekali materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti kegiatan malam muhasabah ideologi untuk menguatkan ruhul jihad dan keikhlasan, serta kegiatan outbound. Ke depannya, SIM juga sedang memproses pendaftaran gelar CMI (Certified in Muhammadiyah Ideology) ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar kelak bisa diakui secara nasional maupun internasional. Hardi turut mengumumkan bahwa pendaftaran SIM gelombang kedua akan dibuka mulai 1 Maret hingga 31 Mei, dengan perkuliahan perdana dijadwalkan pada 17 Juli mendatang di UAD.
Menutup laporannya melalui sebuah pantun, ia merefleksikan kembali tema keadaban ekologis yang menjadi fokus kajian Ramadan dan mendorong para wisudawan SIM untuk segera membuktikan diri melalui karya serta kiprah yang nyata di masyarakat. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gelar CMI yang diperoleh para lulusan tidak seharusnya dijadikan sebagai ajang pamer atau gagah-gagahan, melainkan sebagai penanda kuat atas komitmen ideologi yang telah mereka ikrarkan. (Ito)
