UAD Peringkat 1 PTS Indonesia dalam Pendanaan Penelitian Multitahun Lanjutan 2026

Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang penelitian. Berdasarkan data pendanaan penelitian multitahun lanjutan melalui program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026, UAD berhasil menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia serta peringkat ke-16 perguruan tinggi secara nasional.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Prof. Dr. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 31 proposal penelitian dosen UAD berhasil lolos pendanaan penelitian multitahun lanjutan untuk tahun kedua “Alhamdulillah, ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. UAD mampu masuk 16 besar perguruan tinggi di Indonesia dan menempati posisi pertama untuk kategori PTS. Ini tentu menjadi prestasi luar biasa bagi para dosen peneliti di UAD,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kualitas penelitian di UAD semakin kuat dan berkembang. Ia menambahkan, “Dari 31 proposal yang dilanjutkan pada tahun kedua ini, ketersebarannya hampir merata di seluruh fakultas. Baik fakultas berbasis sains dan teknologi, pendidikan, sosial-humaniora, maupun kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya penelitian di UAD berkembang secara luas dan merata,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Anton menyebutkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari berbagai faktor pendukung. Salah satunya adalah komitmen dosen dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian.
Selain itu, strategi yang disusun oleh LPPM melalui bidang riset dan inovasi juga berperan penting. LPPM membentuk tim task force atau gugus tugas penelitian yang melibatkan berbagai bidang keilmuan dan fakultas. Di tingkat program studi juga telah ditunjuk koordinator penelitian untuk mengawal kegiatan riset para dosen. “Para dosen sangat proaktif mengikuti berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi, klinik proposal, hingga proses submission. Dukungan pimpinan universitas juga sangat besar, termasuk dalam penyediaan pendanaan penelitian internal yang memperkuat ekosistem riset di UAD,” tambahnya.
Dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, LPPM juga mengembangkan berbagai strategi, seperti penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Penelitian, panduan penelitian yang lebih implementatif, serta pengembangan Sistem Informasi Penelitian (SIMPEL) yang terintegrasi dalam portal dosen.
Selain itu, LPPM secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) melalui program Cipta Reka, yaitu forum evaluasi terbuka yang memperlihatkan capaian penelitian kepada publik internal maupun eksternal, termasuk dunia industri.
Prof. Anton menegaskan bahwa arah penelitian UAD tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada riset yang berdampak dan dapat diterapkan di masyarakat. “Penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi, tetapi harus menuju keterterapan. Harapannya, hasil riset dosen dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, maupun industri, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para dosen yang memperoleh pendanaan agar menjalankan penelitian dengan integritas akademik yang tinggi, serta memastikan seluruh target luaran penelitian dapat tercapai sesuai proposal yang diajukan. “Kami berharap penelitian multitahun ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mari kita kawal bersama agar penelitian ini benar-benar berdampak dan membawa kemaslahatan,” tutupnya. (Mawar)
