Refleksi Teologi Al-Ma’un dalam Kepemimpinan

Ceramah Tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Dinda)
Ceramah tarawih dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) digelar di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 12 Maret 2026. Ceramah tersebut disampaikan oleh Ir. H. Azman Latif dengan tema “Kepemimpinan yang Melayani: Refleksi Teologi Al-Ma’un dalam Tata Kelola Keumatan” di hadapan jamaah yang melaksanakan salat Isya dan tarawih berjemaah.
Dalam ceramahnya, ia menyampaikan kisah tentang seorang kiai yang berulang kali mengajarkan Surah Al-Ma’un kepada para santrinya. Pengajian tersebut dilakukan berkali-kali hingga para santri merasa telah hafal dan memahami isi ayat-ayatnya. Namun, sang kiai tetap mengulang pengajian yang sama.
Menurut Azman Latif, pengulangan tersebut memiliki makna mendalam, yaitu menegaskan bahwa mempelajari Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca atau memahami tafsirnya, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang namanya ngaji itu tidak hanya membaca atau menafsirkan, tetapi harus diamalkan. Di sekitar kita masih banyak anak yatim dan orang miskin yang harus kita perhatikan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kisah tersebut berkaitan dengan semangat dakwah Kiai Ahmad Dahlan yang menekankan bahwa ajaran Islam harus diwujudkan dalam gerakan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Azman Latif juga menegaskan bahwa ajaran Islam tidak hanya berfokus pada ritual ibadah, tetapi juga pada kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, nilai keberagamaan seseorang juga tercermin dari sejauh mana ia mampu memberi manfaat bagi orang lain.
“Orang yang paling baik itu adalah orang yang memiliki daya manfaat yang paling besar bagi orang lain,” tuturnya.
Menutup ceramahnya, Azman Latif mengajak jamaah untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah sekaligus memperbanyak amal sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia menjadi bagian penting dalam mengamalkan ajaran Islam secara utuh. (Dnd)
