Mahasiswa UAD Juara II Mawapres PTMA Program Diploma

Faiza Fatih Izzana Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara II Mawapres PTMA Program Diploma (Foto. Humas UAD)
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Faiza Fatih Izzana dari Program Studi Bisnis Jasa Makanan berhasil meraih Juara II dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Faiza mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi tersebut setelah melalui proses panjang dalam kompetisi. “Saya tidak menyangka bahwa saya dapat meraih juara 2 pada kompetisi ini, sehingga saya merasa syok dan terkejut setelah dinyatakan sebagai juara II,” ujarnya. Ia juga menambahkan rasa syukurnya, “Saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. yang sudah membuat saya bertahan dari awal seleksi hingga proses pengumuman kompetisi PILMAPRES PTMA ini.”
“Pencapaian ini bagi saya sangat bermakna, karena saya dapat membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu menyelesaikan proses ini hingga meraih juara II,” tuturnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat merasa pesimis terhadap kemampuannya. “Selain itu, saya juga merasa berhasil mempertahankan posisi UAD di peringkat atas pada kompetisi ini,” tambahnya.
Perjalanan Faiza menuju Mawapres PTMA tidaklah mudah. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi yang dijalaninya berlangsung cukup panjang. “Jika dikalkulasi, proses seleksi ini berlangsung sekitar enam bulan, dimulai dari tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kemudian tingkat universitas hingga akhirnya terpilih sebagai delegasi untuk kompetisi PTMA,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, Faiza menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal keberanian diri. “Tantangan terbesar saya adalah keberanian, karena pada awalnya saya merasa takut untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya,” ungkapnya. Namun, ia berusaha mengatasi hal tersebut dengan terus meyakinkan diri. “Saya percaya bahwa di balik tantangan yang berat terdapat hal yang tidak terduga. Selain itu, saya juga mendapatkan dukungan dari dosen pembimbing, mentor, dan teman-teman Mawapres sehingga saya semakin berani,” lanjutnya.
Keunggulan Faiza dalam kompetisi ini terletak pada produk inovatif yang diusungnya, yaitu suplemen berbentuk gummy bernama Leafluxe. “Leafluxe merupakan inovasi gummy berbahan dasar daun pepaya, daun jati, dan temulawak sebagai solusi imunitas dan nutrisi berkelanjutan,” jelasnya. Produk ini ditujukan khusus untuk anak-anak dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan konsumsi. “Produk ini menggunakan pemanis alami dari madu serta bahan dan takaran yang aman untuk anak-anak, sehingga bisa menjadi alternatif suplemen yang lebih sehat,” tambahnya.
Faiza juga menekankan pentingnya dukungan dari pihak kampus dalam pencapaiannya. “Kampus sangat mendukung, mulai dari pembinaan produk inovatif, pelatihan bahasa Inggris, hingga pendampingan capaian unggulan. Kami juga mendapat latihan presentasi bersama mentor yang telah berpengalaman di kompetisi ini,” ungkapnya.
“Saya yakin bahwa di balik hal yang saya anggap sebagai tantangan terdapat hal yang tidak terduga. Saya juga percaya bahwa setiap perjalanan hidup adalah rencana Allah dan pasti yang terbaik,” pungkasnya. (Mawar)
