Mahasiswa UAD Raih Silver Medal NESCO 2 2026

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih silver medal pada ajang NESCO 2 2026 (Foto. Mawar)
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dua mahasiswa, Isna Rodiana binti Munawaroh dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Mawar Ledya Serli dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berhasil meraih silver medal dalam ajang National Essay Competition (NESCO) 2 tahun 2026.
Kompetisi tersebut diselenggarakan pada 18-19 April 2026 di Malang Creative Center oleh PRISMA (Pusat Riset Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi) bekerja sama dengan STIMATA (STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang), Universitas Negeri Malang, dan Universitas Widya Gama.
Dalam kompetisi ini, Isna dan Mawar mengusung gagasan inovatif bertajuk Prompt-Coach: Optimalisasi Prompt Engineering dalam Model Adaptive Peer-Feedback untuk Mereduksi Writing Anxiety pada Academic Writing Mahasiswa. Gagasan ini berfokus pada pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu mahasiswa mengurangi kecemasan dalam menulis karya akademik.
Isna menjelaskan bahwa inovasi tersebut dirancang sebagai solusi terhadap permasalahan yang sering dialami mahasiswa dalam proses penulisan akademik. āPrompt-Coach: Optimalisasi Prompt Engineering dalam Model Adaptive Peer-Feedback untuk Mereduksi Writing Anxiety pada Academic Writing Mahasiswa merupakan inovasi yang kami kembangkan untuk membantu mahasiswa dalam mengelola kecemasan menulis sekaligus meningkatkan kualitas tulisan akademik melalui pendekatan yang adaptif dan kolaboratif,ā ujarnya.
Mawar Ledya Serli menambahkan bahwa inovasi yang mereka kembangkan memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pembeda dibandingkan pendekatan serupa. āKami menghadirkan Prompt-Coach dengan empat keunggulan utama, yaitu Socratic-Method AI yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, bukan sekadar menerima jawaban, Human-Centric Design yang dirancang sesuai kebutuhan dan pengalaman pengguna, Bilingual Bridge yang membantu mahasiswa memahami konteks dalam dua bahasa, serta Anti-Shortcut System untuk menjaga integritas akademik dan mencegah plagiarisme instan,ā jelasnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi, khususnya dalam memanfaatkan teknologi sebagai solusi terhadap berbagai permasalahan di bidang pendidikan. (Mawar)
