UAD Selenggarakan Webinar Pertolongan Pertama Kedaruratan Medis Bersama PMI Kota Yogyakarta

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar webinar Pertolongan Pertama Kedaruratan Medis Bersama PMI Kota Yogyakarta (Foto. Ito)
Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan KSR PMI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan webinar gratis bertajuk “Kedaruratan Medis: Penanganan Kecelakaan Kerja, Stroke & Jantung” pada Minggu, 21 Juni 2026. Acara edukatif ini dilaksanakan secara online melalui platform Google Meet, forum ini menghadirkan M. Fauzi Amrulloh selaku Ketua Forum Relawan PMI Kota Yogyakarta sebagai pemateri utama.
Sesi pemaparan materi membahas mengenai pentingnya penanganan awal kedaruratan medis untuk menyelamatkan jiwa, mencegah kecacatan permanen, serta mempercepat proses penyembuhan korban. Pemateri menjelaskan tiga langkah utama yang wajib dikuasai oleh setiap penolong saat menghadapi situasi darurat, yaitu memastikan keselamatan diri sendiri dan segera menghubungi bantuan, menentukan diagnosis sederhana, serta mengambil keputusan tindakan.
Peserta juga diimbau untuk selalu mengedepankan prinsip pencegahan universal, seperti menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) standar berupa sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung karena cairan tubuh penderita merupakan media penularan penyakit.
Lebih lanjut, pemateri membahas secara mendalam mengenai metode pengenalan gejala klinis dan pertolongan pertama pada tiga kasus fatal, yakni serangan jantung, stroke, dan kecelakaan kerja berupa patah tulang atau luka bakar.
Untuk penanganan stroke, peserta diajarkan metode praktis “FAST” (Face, Arm, Speech, Time) guna mendeteksi kelumpuhan otot wajah atau anggota gerak secara dini. Sementara pada kasus henti jantung, pemateri memberikan panduan prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) yang mengombinasikan pijatan jantung luar dan napas buatan sesuai dengan rekomendasi standar AHA terbaru.
Sebagai penutup, kegiatan ini memaparkan pentingnya teknik pemindahan penderita secara aman menggunakan prinsip mekanika tubuh dan berbagai alat fiksasi seperti splint atau tandu khusus agar tidak menambah cedera pada korban. Sebelum dan sesudah penyampaian materi, para peserta diwajibkan untuk mengisi lembar pre-test dan post-test sebagai indikator pemahaman. (Ito)
