IMM Farmasi UAD dan KFP AMERTA Gelar Program SIGAP di Kalurahan Salamrejo
Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SOSPEM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Komunitas Farmasi Peduli (KFP) sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit (SIGAP) pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Balai Langit, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengusung tema “Aksi Sehat: Bersama Bergerak Mencegah Hipertensi dan Diabetes untuk Hidup yang Lebih Berkualitas”, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi dan pelayanan kesehatan.
Program SIGAP merupakan program kolaborasi yang dirancang sebagai media edukasi kesehatan sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari gerakan dakwah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tidak menular, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini untuk mencegah berbagai komplikasi kesehatan di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi panitia dan peserta, kemudian dilanjutkan dengan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Selanjutnya acara resmi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta penyampaian sambutan dari ketua umum IMM, pendamping kegiatan, dan perwakilan pemerintah Kalurahan Salamrejo.
Sebelum memasuki sesi utama, seluruh peserta mengikuti pretest untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan awal mengenai hipertensi dan diabetes melitus. Hasil pretest menjadi dasar evaluasi efektivitas penyampaian materi selama kegiatan berlangsung sehingga peningkatan pemahaman peserta dapat diukur secara objektif melalui perbandingan dengan hasil posttest di akhir kegiatan.
Materi pertama mengangkat tema “Pencegahan dan Penanganan Penyakit Hipertensi & Diabetes Melitus”. Dalam sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai faktor risiko, gejala, hingga upaya pencegahan terhadap kedua penyakit tersebut. Antusiasme peserta terlihat sepanjang penyampaian materi.
Berbagai pertanyaan diajukan mengenai kebiasaan sehari-hari, pola konsumsi makanan, hingga cara mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah. Diskusi berlangsung aktif sehingga peserta tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai kondisi kesehatan yang dialami.
Setelah sesi pertama berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua yang membahas “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus”. Pada sesi ini pemateri menjelaskan bahwa pemanfaatan TOGA dapat menjadi alternatif pendukung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat apabila digunakan secara tepat dan tetap memperhatikan anjuran tenaga kesehatan. Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan potensi tanaman herbal yang tersedia di lingkungan rumah.
Sebagai bentuk evaluasi terhadap efektivitas kegiatan, peserta mengikuti posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah memperoleh seluruh materi edukasi. Tahapan ini penting dalam pelaksanaan program karena memberikan gambaran mengenai keberhasilan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Dengan terselenggaranya Program SIGAP diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus, melalui penerapan pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta pemanfaatan sumber daya kesehatan yang tersedia di lingkungan sekitar. (Mei)
