KKN UAD Kenalkan Pengolahan Sampah Organik melalui Pembuatan Eco-Enzyme di Dusun Pelem

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan pengolahan sampah organik melalui pembuatan ekoenzim di Dusun Pelem (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit V.D.2 mengadakan edukasi dan praktik pengolahan sampah organik melalui pembuatan eco-enzyme bersama masyarakat Dusun Pelem, Girikerto, Turi, Sleman. Kegiatan pembuatan eco-enzyme dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Posko KKN Pelem dan diikuti oleh 40 peserta, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengaplikasian eco-enzyme pada Minggu, 6 September 2026.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik rumah tangga, khususnya sisa kulit buah dan sayuran. Materi mengenai pengelolaan sampah organik dan tahapan pembuatan eco-enzyme disampaikan oleh Muhammad Daffa Arrafif dan Sayyidah Syahrir.
Dalam praktiknya, eco-enzyme dibuat dengan perbandingan gula, bahan organik, dan air sebesar 1 : 3 : 10, yaitu 100 gram gula merah atau molase, 300 gram kulit buah atau sayuran, dan 1.000 ml air. Kulit buah atau sayuran dipotong kecil, kemudian gula dilarutkan ke dalam air dan bahan organik dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Campuran tersebut ditutup dan difermentasi di tempat yang sejuk serta tidak terkena sinar matahari langsung.
Selain mempraktikkan proses pembuatan, masyarakat juga memperoleh penjelasan mengenai cara pemanfaatan ekoenzim. Salah satunya sebagai bahan pendukung perawatan tanaman dengan melakukan pengenceran terlebih dahulu sebelum diaplikasikan pada tanah di sekitar tanaman. Pada Minggu, 6 September 2026, dilakukan praktik pengaplikasian eco-enzyme di kebun salak milik ibu RT Pelem, Trismi, sebagai bagian dari penerapan materi yang telah diberikan kepada masyarakat.
Salah satu peserta menilai kegiatan tersebut bermanfaat karena memberikan pengetahuan mengenai cara mengurangi sampah organik rumah tangga melalui pemanfaatan kembali sisa kulit buah dan sayuran. Senada dengan hal tersebut, Trismi menyampaikan, “Kanthi wontenipun kagiyatan damel eco-enzyme menika, mugi saged paring paedah kangge ngrumat kebon salak lan ningkataken kasuburaning tetuwuhan” (Dengan adanya kegiatan pembuatan ekoenzim ini, semoga dapat bermanfaat untuk merawat kebun salak dan meningkatkan kesuburan tanaman).
Melalui kegiatan tersebut, KKN UAD Periode 159 Unit V.D.2 berharap masyarakat Dusun Pelem dapat menerapkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Selain membantu mengurangi sampah rumah tangga, pemanfaatan ekoenzim diharapkan dapat mendukung perawatan tanaman, khususnya tanaman salak yang menjadi salah satu komoditas di wilayah Turi. (Septia)
