• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir

26/10/2026/in Feature /by Ard

Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Ph.D., Psikolog, pemateri Educator Forum FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Menjadi orang tua bukan sekadar peran yang dimulai ketika seorang anak lahir. Jauh sebelum itu, terdapat proses panjang yang perlu dipersiapkan, mulai dari mengenali diri sendiri, memahami pasangan, hingga menyepakati nilai-nilai yang akan menjadi fondasi keluarga. Persiapan tersebut menjadi penting karena anak tidak hanya tumbuh melalui nasihat, tetapi juga melalui kebiasaan, perilaku, dan cara orang tuanya menjalani kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut dibahas oleh Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Ph.D., Psikolog, dalam sesi Educator Forum FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertajuk “Siapkah Aku Menjadi Orang Tua? Obrolin Ini Yuk Bareng Calon Pasangan”. Dalam pemaparannya, ia mengajak generasi muda untuk memandang kesiapan menjadi orang tua sebagai proses yang perlu dibangun sejak sebelum pernikahan. Menurutnya, calon pasangan perlu membicarakan visi keluarga, tidak hanya mengenai kondisi finansial dan tempat tinggal, tetapi juga pola pengasuhan serta tanggung jawab sebagai calon ayah dan ibu.

Salah satu hal mendasar yang perlu didiskusikan adalah definisi keluarga bahagia. Setiap individu dapat memiliki pandangan berbeda tentang kebahagiaan, baik yang berkaitan dengan kecukupan materi, kebersamaan, maupun ketenangan dalam rumah tangga. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi keputusan keluarga, termasuk pendidikan anak dan pengelolaan keuangan. Karena itu, calon pasangan perlu memahami nilai-nilai yang diyakini satu sama lain agar dapat membangun tujuan bersama. Selain itu, cara menyelesaikan konflik, menerapkan disiplin, membagi peran, dan menentukan batasan dengan keluarga besar juga perlu dibicarakan sejak awal.

Dalam kehidupan keluarga, anak akan belajar banyak hal melalui apa yang mereka saksikan. Cara orang tua menghadapi perbedaan pendapat, menyampaikan kemarahan, dan menyelesaikan persoalan dapat menjadi contoh bagi anak dalam membangun hubungan dengan orang lain. Begitu pula dengan pembagian tanggung jawab domestik dan pengasuhan yang tidak jarang menghadirkan mental load, yakni beban pikiran yang menyertai berbagai tanggung jawab sehari-hari. Kesepakatan mengenai pembagian peran menjadi penting agar beban tersebut tidak hanya ditanggung oleh salah satu pihak.

Selain membangun kesepahaman dengan pasangan, calon orang tua juga perlu melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri. Ega menekankan pentingnya kemampuan mengelola emosi, kesediaan meminta maaf dan pertolongan, serta kemauan untuk terus belajar. “Jadi, jangan stuck terhadap apa yang kita ketahui dan yakini sekarang,” pesannya. Menurutnya, menjadi orang tua membutuhkan kesiapan untuk berkembang karena tantangan pengasuhan akan terus berubah. Calon orang tua juga perlu menyiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa anak mungkin tumbuh berbeda dari harapan yang telah dibayangkan.

Pada akhirnya, kesiapan menjadi orang tua tidak ditentukan oleh kesempurnaan seseorang, melainkan oleh kesadaran untuk terus belajar dan bertanggung jawab. Ega merangkum tiga hal penting yang perlu dimiliki calon orang tua, yaitu self-awareness atau kesadaran diri, regulasi emosi, dan sikap reflektif. Ketiganya membantu seseorang mengenali kebutuhan dirinya, memahami respons emosional ketika menghadapi tekanan, serta mengevaluasi kesiapan dalam menjalankan peran pengasuhan.

Persiapan menjadi orang tua, dengan demikian, bukan hanya tentang memilih pasangan yang tepat, melainkan juga membangun kemampuan untuk bekerja sama dalam berbagai keadaan. Sebagaimana ditekankan Ega, pertanyaan penting bagi calon pasangan bukan sekadar apakah mereka mampu mencintai, tetapi apakah mereka dapat menjadi tim yang baik ketika kehidupan sedang tidak baik-baik saja. Sebab, anak tidak dapat memilih keluarga tempat ia dilahirkan. Orang dewasalah yang memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dan menentukan kualitas lingkungan tempat anak bertumbuh. (Mawar)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, FKIP, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ega-Asnatasia-Maharani-M.Psi_.-Ph.D.-Psikolog-pemateri-Educator-Forum-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-10-26 08:16:182026-10-26 08:16:28Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir
You might also like
Mahasiswa UAD Raih Juara I Mawapres PTMA Program Diploma, Usung Inovasi Pangan Berkelanjutan
Gelar Lomba Cerita, Mahasiswa KKN Tingkatkan Semangat Anak-anak TPA Waqaf Belajar Agama
UAD Dorong 30 Dosen Raih Guru Besar Tahun 2022
Mahasiswa Magister Informatika UAD Adakan Pelatihan AI bagi Guru TK
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Dekan di Lingkungan UAD Periode 2022–2026
KKN UAD Selenggarakan Sosialisasi Pemilu di Perumahan Green House RW 23 Yogyakarta

TERKINI

  • PERSADA UAD Salurkan Donasi Air Bersih di Gunungkidul26/10/2026
  • Dari Menjaga ke Memakmurkan, LPSI UAD Perkuat Tata Kelola Takmir Masjid Kampus26/10/2026
  • BEM Farmasi UAD Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Short Course 2026 di IKOP Pharma Malaysia26/10/2026
  • FK UAD Lantik 29 Dokter Baru pada Sumpah Dokter Periode V23/10/2026
  • Teknologi untuk Perkuat Ideologi, Rektor UAD Paparkan Kerangka Transformasi Digital ‘Aisyiyah23/10/2026

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top