Bedah Strategi 7 Jurus BK Hebat untuk Guru Wali

Sarasehan Kebijakan Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)
Sinergi antara guru wali dan guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi kunci utama dalam menangani tantangan pendidikan di era Gen Z dan Gen Alfa. Hal ini turut dibahas dalam Sarasehan Kebijakan Pendidikan yang menghadirkan Dr. Caraka Putra Bakti, S.Pd., M.Pd. dan Supriyadi, S.Pd., M.Si. sebagai narasumber di Kampus IV UAD.
Dr. Caraka Putra Bakti memaparkan bahwa generasi saat ini menghadapi tantangan teknologi yang kuat sehingga mengakibatkan tingginya tingkat kecemasan dan masalah kesehatan fisik seperti asam lambung akibat stres. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah fenomena salah jurusan yang mencapai angka 87% di tingkat mahasiswa.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperkenalkan strategi 7 Jurus BK Hebat yang membagi peran antara guru BK dan guru wali (non-BK). Bagi guru wali, penguatan difokuskan pada gaya belajar (Jurus 1), teknik coaching segitiga restitusi (Jurus 5), dan penguatan peran guru di posisi Tier 1 (Jurus 6).
Sementara itu, Supriyadi, S.Pd., M.Si., selaku Kepala SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, berbagi pengalaman lapangan mengenai kompleksitas beban guru wali yang sering kali harus menangani masalah personal siswa dan keluarga. Berdasarkan data yang dipaparkan, kebijakan guru wali di sekolah saat ini menunjukkan bahwa dari 31 guru, sebanyak 27 di antaranya mengemban amanah sebagai guru wali.
“Rata-rata setiap guru wali mendampingi 17 siswa. Tantangan ke depan memang berat karena banyak orang yang stres, namun guru BK dan guru wali adalah manusia luar biasa yang meluruskan hal yang salah,” tutur Supriyadi.
Sarasehan ini menegaskan bahwa bimbingan adalah milik bersama melalui kolaborasi Tiers 1, 2, dan 3 untuk memastikan penanganan siswa tidak overlapping dan tetap berfokus pada pembentukan karakter. (Septia)
