Mahasiswa BISMA UAD, Rizal Agus Setiawan Jadi Pemateri dalam Webinar Nasional Kewirausahaan

Rizal Agus Setiawan mahasiswa Prodi BISMA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pemateri dalam webinar nasional kewirausahaan (Foto. Mawar)
Mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan (BISMA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rizal Agus Setiawan, menjadi pemateri dalam Webinar Nasional Kewirausahaan yang diselenggarakan pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Building Sustainable Entrepreneurial Ecosystems: Peran Strategis Wirausaha Muda dalam Ekonomi Indonesia.” Webinar tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai upaya memperkuat literasi serta kapasitas kewirausahaan mahasiswa dan generasi muda di Indonesia.
Webinar dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh sekitar 150 peserta. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap dunia kewirausahaan dan pengembangan startup.
Dalam sesi pemaparan materi, Rizal Agus Setiawan membahas berbagai isu strategis yang relevan dengan dinamika kewirausahaan mahasiswa saat ini. Ia menyoroti adanya kesenjangan antara proposal bisnis yang sering disusun mahasiswa dengan kondisi pasar yang sebenarnya. “Sering kali proposal bisnis yang dibuat mahasiswa terlihat sangat baik di atas kertas, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar yang nyata. Karena itu, validasi pasar menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Selain itu, Rizal juga membahas berbagai tantangan yang kerap dihadapi startup mahasiswa di Indonesia, seperti keterbatasan modal, minimnya pengalaman dalam implementasi bisnis, hingga kesulitan dalam menyusun strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Ia juga membagikan sejumlah strategi yang dapat dilakukan mahasiswa untuk bertahan dan berkembang dalam membangun usaha. “Memulai bisnis tidak selalu harus dengan modal besar. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan pasar, membangun jaringan, dan memiliki roadmap bisnis yang realistis serta adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.
Rizal turut menekankan pentingnya strategi penetapan harga, penyesuaian produk dengan kebutuhan pasar, serta menghindari kesalahan-kesalahan fatal yang sering terjadi pada fase awal pengembangan startup mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh ide bisnis yang baik, tetapi juga oleh dukungan ekosistem yang kuat. “Peran mentor, partner strategis, dan ekosistem pendukung sangat penting dalam membantu startup berkembang secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang tepat, peluang keberhasilan sebuah usaha akan semakin besar,” tambahnya. (Mawar)
