• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?

11/03/2026/in Terkini /by Ard

Dyah Fitriani, S.E., M.M. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Anove)

Sebagai bagian dari rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H, Kajian Jelang Buka Puasa di Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa, 3 Maret 2026, menghadirkan pembahasan krusial mengenai manajemen keuangan Islam di tengah gempuran gaya hidup modern. Membawakan tema “Manajemen Keuangan Islam: Fenomena Pinjol, Paylater, dan Mentalitas Kaya Instan di Kalangan Kaum Muda”, Dyah Fitriani, S.E., M.M., selaku Wakil Dekan Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Akademik, dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD, membedah fenomena pinjaman online (pinjol) dan paylater yang kini menjerat kaum muda.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tren berutang di kalangan generasi muda mayoritas dipicu oleh pemenuhan aspek fesyen dan barang-barang konsumtif lainnya, bukan kebutuhan pokok. Survei menunjukkan pengguna paylater terbanyak berada pada rentang usia 26 hingga 35 tahun, yaitu sebanyak 44%, disusul oleh kelompok usia 18 hingga 25 tahun. Fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran paradigma, di mana generasi sekarang cenderung lebih berani berutang demi mengejar kesenangan dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan mereka.

Dyah menyoroti bahwa rendahnya literasi, tingginya sifat konsumtif, dan hawa nafsu yang tidak terkendali menjadi akar masalah utama. Banyak anak muda terjebak pinjol karena tergiur kemudahan dan kepraktisannya tanpa memahami risiko di baliknya, seperti denda yang mencekik, bunga yang terus berkembang, hingga ancaman penyebaran data pribadi.

Secara psikologis, perilaku ini didorong oleh mentalitas kaya instan dan tekanan sosial, seperti fear of missing out (FOMO) atau perasaan takut tertinggal, you only live once (YOLO) atau pola pikir bahwa hidup hanya sekali, serta fear of people’s opinion (FOPO) yang berarti takut dengan pendapat orang lain. Bahkan, penelitian tahun 2024 menunjukkan konsumen laki-laki kini cenderung lebih impulsif dalam berbelanja. Hal ini diperparah dengan penggunaan media sosial yang sering kali memicu doom spending atau belanja asal-asalan sebagai bentuk pelarian mental. “Anak muda itu tahu FOMO, YOLO. Orang itu bisa saja berutang karena sekadar ikut-ikutan, memaksa dia harus berutang,” ujarnya.

Dalam perspektif Islam, persoalan ini berkaitan erat dengan pengendalian hawa nafsu sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 119 dan surah Shad ayat 26. Islam memandang utang-piutang sebagai sarana tolong-menolong, bukan untuk menyesatkan atau memberatkan dengan unsur riba yang berlipat ganda.

Mengutip hadis riwayat Al-Bazzar dari Anas bin Malik, Dyah menekankan pentingnya menjauhi tiga perkara yang membinasakan, yaitu kerakusan, hawa nafsu yang diikuti, dan membanggakan diri. Sebaliknya, umat diajak untuk hidup sederhana baik di waktu sempit maupun lapang. Sebagai solusi, kaum muda diimbau untuk lebih selektif memilih layanan keuangan, memprioritaskan menabung, dan beralih ke platform legal syariah seperti Ethis, Alami, atau Dana Syariah yang lebih mengedepankan kebermanfaatan.

Menutup kajiannya, Dyah mengingatkan generasi muda, khususnya kepada mahasiswa, agar tidak hanya mengedepankan gaya hidup tanpa melihat kondisi finansial yang nyata. Prinsip “besar pasak daripada tiang” akibat seringnya melakukan self-reward yang berlebihan harus segera ditinggalkan. Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ia menegaskan bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah diukur dari banyaknya kemewahan dunia, melainkan dari hati yang selalu merasa cukup atau qana’ah.

Dengan memperkuat literasi, mengurangi jiwa konsumtif, dan mengendalikan hawa nafsu, diharapkan generasi muda dapat terhindar dari jeratan utang dan memiliki mental kaya yang sesungguhnya sesuai dengan tuntunan syariat. (Anove)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, ramadan, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dyah-Fitriani-S.E.-M.M.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Anove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-11 10:17:502026-03-11 10:17:50Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?
You might also like
Mengekspos Sejarah Muhammadiyah dengan Perspektif Baru dan Kekinian
GRALOKA: Camilan Sehat Kacang Lokal Karya Mahasiswa Teknologi Pangan
Prestasi Bisa Diraih dengan "Permainan" Membagi Waktu
Tim Smellow Buat Inovasi Minuman dari Stroberi dan Marsmalow
Etika Komunikasi di Era Digital
Tim Fortune ADEF UAD Raih Dua Penghargaan pada Ajang Global Youth Innovators Competition 2025

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top