• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal

12/07/2024/in Terkini /by Ard

Pengajian Tahun baru Hijriah 1446 H di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Istimewa)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sambut tahun baru Hijriah dengan pengajian bertajuk “Sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)”. Pemateri pengajian yaitu Dr. H. Oman Fathurohman SW., M.Ag. selaku Ketua Divisi Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara dilaksanakan di Masjid Islamic Center UAD dan ditayangkan melalui kanal YouTube Masjid IC UAD pada 5 Juli 2024.

Dr. Oman menjelaskan, “Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) merupakan nama pilihan terakhir dari kalender Islam internasional, dulu disebut Kalender Islam Global, Kalender Islam Internasional, Kalender Islam Pemersatu. Pada tahun 2007, Muhammadiyah mengadakan simposium Kalender Islam Internasional bertempat di Hotel Sahid Jakarta ketika Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin. Jadi, Muhammadiyah bukan baru kali ini memperbincangkan kalender Hijriah global, tetapi sudah sejak Juli 2007 atau sekitar 17 tahun yang lalu. KHGT prinsipnya satu hari satu tanggal di seluruh dunia, seperti halnya kalender Masehi.”

Ia melanjutkan, “Maka yang disebut 1 hari 1 tanggal itu momentumnya tidak sama yakni tetap mengikuti perjalanan Matahari dari timur ke barat. Misalnya tanggal 1 Muharram pada Ahad, maka wilayah sebelah timur akan lebih duluan terus bergerak ke barat. Namun selama ini tidak begitu, misalnya di sini Ahad 1 Muharram maka di sebelah barat hari Ahadnya tanggal 2 Muharram. Harinya sama tetapi tanggalnya berbeda, begitu pun sebaliknya.”

Jika melihat kalender Islam dalam perkembangan ada kalender Hijriah dan kalender non-Hijriah. Kalender Hijriah adalah kalender yang tahun pertamanya ditetapkan pada tahun Hijrah Nabi saw. dari Makkah ke Madinah, jika dalam Masehi pada tahun 622 M. Kalender non-Hijriah penetapan tahun pertamanya dihitung pada tahun wafat Nabi saw.

Kalender Hijriah dilihat dari metode perhitungannya ada dua, yaitu hisab hakiki yang mengacu pada peredaran bulan yang sebenarnya dan hisab urfi mengacu pada peredaran rata-rata bulan. Hisab hakiki pasti dihitung setiap bulan, karena mengacu pada posisi bulan. Jika menghitung 100 tahun maka perhitungannya bukan 100 kali tetapi 1.200 kali.

“Sedikit cerita, begitu saya menerima surat dari Rektor per 1 Februari 2023, saya berniat dan bertekad akan menyusun KHGT selama 100 tahun, terserah kapan selesainya. Saya akan kerjakan setiap hari walaupun dalam sehari hanya mendapat satu bulan. Ketika pelaksanaan pun betul-betul tidak ada hari yang terlewat dan KHGT selesai pada akhir bulan Juli 2023. Jadi, kira-kira ada yang sehari 8 jam tidak ketemu-ketemu, tetapi ada juga yang setengah jam langsung ketemu. Karena perhitungan kalender ini manual dan itu sifatnya seperti menjaring, mencari-cari di mana tempatnya. Berdasarkan pengalaman, saya membuat 100 tahun lagi setelahnya tetapi tidak sampai 6 bulan dan hanya memakan waktu 4 bulan. Namun, sampai saat ini belum diverifikasi 100 tahun berikutnya. Jadi, sudah ada konsep 200 tahun KHGT mulai tahun 1446 H sampai 1645 H,” terang Oman.

Hisab yang dipakai dalam KHGT termasuk hisab hakiki. Sedangkan hisab urfi tidak perlu menghitung seperti hisab hakiki, pemberlakuannya seperti kalender Masehi, misal Muharram 30 hari maka Safar 29 hari, dan seterusnya. Di sisi lain, kalender hisab hakiki dilihat dari ketercakupannya atau luas berlakunya itu ada yang lokal, global zona, dan global tunggal. Lokal berlaku untuk satu tempat atau negara tertentu, kawasan tertentu, atau bahkan untuk satu komunitas tertentu. Contoh, Kalender Naqsabandiyah di Padang Pariaman, Kalender An-Nadzir di Gowa, dan sebagainya.

Jadi hisab hakiki wujudul hilal yang biasanya dipakai oleh Muhammadiyah merupakan kalender lokal. Hisabnya hisab hakiki dengan menghitung bulan sebenar-benarnya tetapi berlaku lokal. Dalam Putusan Munas Padang ditetapkan bahwa mathla’ yang digunakan adalah Indonesia, jadi wujudul hilal hanya berlaku di Indonesia. (Lus)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-Tahun-baru-Hijriah-1446-H-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Istimewa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-07-12 10:34:132024-07-12 10:34:13Sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal
You might also like
UAD Wisuda 2.398 Lulusan pada Periode I Tahun Akademik 2023/2024
Mahasiswa KKN UAD dan Warga Pasurenan Kembangkan Pupuk Organik Ramah Lingkungan
UAD Wujudkan Siswa SMK Siap Kerja
Tingkatkan Kualitas, FAI UAD Rekrut Tim Media dan Protokoler Baru
Sentra HKI UAD Bersama DJKI Kemenkumham RI Gelar Workshop Penyusunan Draf Paten
Workshop Pengembangan Humas PTMA Batch 3

PRESTASI

  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Lomba Literature Review Tingkat Nasional09/07/2026
  • Mahasiswa Sistem Informasi UAD Raih Dua Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Bioenergi Daun Pepaya Jepang08/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Juara 1 Lomba Fotografi di Ajang SILAT APIK PTMA 202606/07/2026
  • Mahasiswa UAD Juara I Poster Competition GALA BISMA VI 202602/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Raih Juara III dalam University Clash 202625/06/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top