Tim MKM FKM UAD Luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN

Tim MKM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Foto. TIM PKL MKM FKM UAD)
Untuk memperkuat pemberdayaan lansia di tingkat komunitas, mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi meluncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Bina Keluarga Lansia Sehat, Tangguh, dan Mandiri) RW 10 Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada 10 Februari 2026. Kegiatan peluncuran dilaksanakan secara daring dan luring serta menjadi bagian dari peluncuran sembilan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta.
Inisiatif strategis yang digagas oleh Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., bersama empat mahasiswa UAD yaitu Rini Ismiyati (ketua tim), Ghanis Kristia, Lutviyah Nurfath, dan Fitri Rahmayani ini membantu mahasiswa dalam mengintegrasikan teori promosi kesehatan mulai dari analisis situasi, pemetaan pemangku kepentingan, hingga strategi keberlanjutan program secara sistematis dan berbasis evidence.
Heni Trisnowati menyampaikan, “Sekolah Lansia BKL SETAMAN dirancang sebagai model pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia yang menekankan pendekatan promotif dan preventif, bukan hanya kuratif.”
Diawali dengan penguatan konsep melalui kajian literatur serta kuliah tamu bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Ketua RW 10 Jogokariyan, pengurus Posyandu Lansia Brotowali 10, Petugas KB Kemantren Mantrijeron, serta para kader sebagai bentuk pendekatan partisipatif.
Dilakukan juga skrining calon peserta melalui pengkajian Activity of Daily Living (ADL), Instrumental Activities of Daily Living (IADL), serta risiko jatuh. Heni menambahkan langkah ini menunjukkan bahwa Sekolah Lansia BKL SETAMAN tidak sekadar seremonial. “Sekolah ini dirancang secara komprehensif dan profesional dengan struktur kepengurusan terdiri atas kepala sekolah, sekretaris, bendahara, dan kader, sebagai fondasi keberlanjutan program,” ujarnya.
Setelah seremoni peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan stadium general bertema “Proses Menua” sebagai materi perdana. Pembelajaran akan dilaksanakan rutin setiap hari Rabu minggu kedua setiap bulan. Kolaborasi ini turut didukung oleh Prof. Dr. Sitti Nur Djannah, M.Kes., sebagai Kaprodi S2 Kesehatan Masyarakat FKM UAD, DP3AP2KB Kota Yogyakarta, dan Kemantren Mantrijeron.
Kehadiran Sekolah Lansia BKL SETAMAN menjadi representasi bahwa sinergi antara kepemimpinan akademik dan semangat mahasiswa mampu melahirkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Harapannya, model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan kualitas hidup lansia yang sehat, tangguh, dan mandiri. (doc/Juni)
