UAD Terapkan KHGT dalam Penentuan Idulfitri 1447H

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengambil langkah strategis dalam pelaksanaan Idulfitri dengan mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kebijakan ini dinilai sebagai upaya nyata dalam mendorong keseragaman penanggalan Islam secara global sekaligus memperkuat semangat persatuan umat.
Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum., menyampaikan bahwa penerapan KHGT merupakan bagian dari komitmen UAD sebagai institusi Muhammadiyah dalam mengimplementasikan hasil keputusan Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah. “Pelaksanaan Idulfitri di UAD yang mengacu pada KHGT merupakan langkah maju dan strategis dalam mewujudkan keseragaman waktu ibadah umat Islam secara global,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagai bagian dari Muhammadiyah, UAD memiliki tanggung jawab akademik dan kelembagaan untuk mengimplementasikan ijtihad berkemajuan, termasuk dalam sistem penanggalan Islam berbasis sains modern.
Lebih lanjut, Rahmadi mengungkapkan bahwa latar belakang utama Muhammadiyah dalam mendukung KHGT adalah kesadaran bahwa umat Islam merupakan ummah wāḥidah (umat yang satu), sehingga memerlukan sistem kalender yang seragam, khususnya dalam menentukan hari-hari besar Islam seperti Idulfitri, Iduladha, dan puasa Arafah. “Selama ini, sistem kalender lokal sering menimbulkan perbedaan yang tidak perlu. KHGT hadir sebagai solusi untuk menyatukan umat Islam dalam satu penanggalan global,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa KHGT disusun berdasarkan kajian panjang sejak tahun 2007 dan diperkuat melalui forum internasional, termasuk Konferensi Istanbul 2016. Sistem ini menggunakan pendekatan hisab hakiki dengan parameter astronomis yang terukur, sehingga mampu memberikan kepastian dalam penentuan awal bulan Hijriah. “Keunggulan KHGT terletak pada sifatnya yang global, akurat, dan berbasis sains modern. Ini berbeda dengan sistem lokal yang sering kali bergantung pada rukyat yang bersifat terbatas secara geografis,” ungkapnya.
Dalam implementasinya, LPSI UAD memiliki peran penting dalam menyosialisasikan pemahaman tentang KHGT kepada sivitas akademika. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari seminar, diskusi ilmiah, hingga publikasi melalui media digital kampus. “LPSI secara aktif mengadakan sosialisasi melalui pengajian, seminar, serta memanfaatkan media internal kampus agar pemahaman tentang KHGT dapat diterima secara komprehensif oleh seluruh sivitas akademika,” jelas Rahmadi.
Selain itu, UAD juga melakukan berbagai persiapan dalam menyambut Idulfitri dengan acuan KHGT. Koordinasi dilakukan antara pimpinan universitas, LPSI, dan takmir masjid kampus untuk memastikan keselarasan pelaksanaan ibadah.
Menurutnya, penerapan KHGT tidak hanya berdampak pada lingkungan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap upaya penyatuan kalender Islam di tingkat dunia. “Langkah ini menunjukkan bahwa kalender global berbasis hisab hakiki itu feasible dan dapat diterapkan. Harapannya, ini dapat mendorong organisasi Islam lain untuk mengadopsinya,” ujarnya.
Rahmadi berharap KHGT dapat menjadi bagian dari kesadaran kolektif umat Islam, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Ia optimistis bahwa dengan sosialisasi yang berkelanjutan dan dialog antarorganisasi, penyatuan kalender Islam dapat terwujud. “UAD diharapkan dapat menjadi role model bagi perguruan tinggi lain dalam mengintegrasikan KHGT dalam kehidupan akademik dan keislaman,” tuturnya.
Rahmadi menambahkan, “Mari kita sambut Idulfitri dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan. Jadikan momen ini sebagai ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan pemahaman keislaman yang berkemajuan,” pesannya.
Ia juga berharap perbedaan yang pernah terjadi dalam penentuan awal bulan Hijriah tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi motivasi untuk terus belajar dan membangun persatuan umat. (Mawar)
