• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Upaya Tingkatkan Self- Awareness Siswa dengan Permainan Monolaga

13/05/2024/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lakukan bimbingan kelompok dengan permainan monolaga (Dok. Istimewa)

 Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2023 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang bernama Anggun Hari Suryani, S.Pd. memberikan layanan berupa bimbingan kelompok dengan teknik permainan. Teknik yang digunakan yaitu dengan permainan monolaga (monopoli ular tangga) pada siswa kelas X E7 di SMA N 4 Yogyakarta guna meningkatkan self-awareness siswa. Acara ini dilaksanakan pada 12 Februari–23 Maret 2024, yang dilakukan sebanyak empat kali pertemuan.

Self-awareness dapat dimaknai sebagai sikap sadar individu untuk memahami akan dirinya sendiri, memahami maksud dari emosi atau perasaan yang sedang ia rasakan serta penyebabnya. Self-awareness atau kesadaran diri ini perlu dimiliki setiap individu agar kita memahami dan memercayai diri sendiri.

Tanda-tanda individu mempunyai self-awareness rendah ada beberapa, di antaranya selalu bersikap defensif, pengontrolan emosi yang kurang, mengalami masalah terhadap kepercayaan diri, dan tidak memahami kelebihan maupun kekurangan yang ada pada dirinya. Selain itu, dalam dirinya percaya pada konsep diri yang negatif dan tidak berani dalam mengungkapkan pendapat, pikiran, perasaan maupun keyakinan diri atau asertif yang rendah.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebagai individu kita harus memiliki kesadaran diri yang baik. Dengan begitu, kita dapat memahami diri kita sendiri. Kita juga dapat mengerti kapasitas kemampuan diri, memahami perasaan dan emosi, serta penyebab emosi tersebut.

Target utama yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa kelas X E7 di SMA N 4 Yogyakarta. Kelas X merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja dan self-awareness pada remaja cenderung rendah. Masa remaja ditandai dengan perkembangan emosional, kognitif, yang mana pencarian identitas diri remaja yang masih belum stabil. Maka perlu dilakukannya intervensi pada self-awareness atau kesadaran diri, salah satunya menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik permainan.

Berbagai jenis permainan dapat diterapkan dalam layanan, misalnya permainan papan seperti monopoli dan ular tangga. Jenis tersebut dapat dimainkan oleh anak-anak maupun dewasa. Peneliti memilih permainan ini juga karena banyak manfaat yakni dapat mengajarkan siswa untuk bersabar dalam bermain, memberikan kesenangan dalam bermain, menghormati pendapat teman, mengontrol emosi, membangun kerja sama maupun bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Permainan ular tangga tidak mempunyai bentuk standar, sehingga pemain dapat memodifikasi sendiri papan ular tangga dengan jumlah kotak, jumlah ular, dan tangga yang berbeda dengan peraturan tertentu, sesuai tujuan yang ingin dicapai. Hal yang sama berlaku untuk permainan monopoli yang menggunakan kartu. Permainan ini dapat dimodifikasi seperti media kartu yang berisi pertanyaan mengenai self-awareness atau sebuah hiburan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, permainan monopoli dan ular tangga dapat dimodifikasi dan dikolaborasikan sesuai dengan tujuannya. Modifikasi kedua permainan ini dinamakan “Monolaga”.

Siswa yang mengikuti kegiatan layanan mengaku sangat senang karena mendapat banyak manfaat dari layanan bimbingan kelompok yang dilakukan. Mereka mengenal istilah-istilah baru seperti regulation emotion (regulasi emosi), self-concept (konsep diri), self-disclosure (keterbukaan diri), self-confidence (kepercayaan diri), dan lain sebagainya. Tidak hanya itu mereka juga belajar tentang memahami pengertian self-awareness, aspek-aspek kesadaran diri, serta faktor pembentuk kesadaran diri. Selain itu, kemampuan para siswa dalam bekerja sama, komunikasi, dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya juga bertambah.

Mengingat begitu besarnya dampak buruk self-awareness, upaya-upaya pencegahan seperti kegiatan ini perlu dilakukan secara konsisten. Sebab, berbeda dengan generasi sebelumnya, era globalisasi saat ini menuntut kita untuk menjadi individu yang mandiri, berani, kritis, adaptif, dan produktif dalam rangka untuk menghadapi intervensi yang kuat.

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-lakukan-bimbingan-kelompok-dengan-permainan-monolaga-Dok.-Istimewa-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2024-05-13 11:12:142024-05-13 11:12:14Upaya Tingkatkan Self- Awareness Siswa dengan Permainan Monolaga
You might also like
Antisipasi Self-Harm, Mahasiswa UAD Beri Layanan Konseling untuk Siswa
I-WASLABOT: Inovasi Mahasiswa UAD Raih Juara di PIKIR 2025
Program ‘Pep-Talk' untuk UMKM yang Lebih Inovatif
UAD Wisuda 1.211 Lulusan Sarjana Terapan hingga Magister
Pemenang Counselor Photography #3
KKN Anak Bangsa Berikan Edukasi Pendidikan Karakter kepada Siswa SD di NTB

PRESTASI

  • Pustakawan UAD Raih Juara II Riset Terbaik pada SILASMA 202609/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning09/06/2026
  • Teliti Pengaruh TikTok terhadap Nilai Sosial Mahasiswa, Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional08/06/2026
  • Riset Kontrasepsi Pria Karya Mahasiswa UAD Raih Apresiasi Tingkat Nasional05/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Dua Juara Nasional dari Kajian Bahasa di Media Sosial05/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026
  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top