FK UAD Gelar Simulasi Kebencanaan untuk Tingkatkan Resiliensi Kampus

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan simulasi kebencanaan (Foto. Humas UAD)
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Simulasi Kebencanaan berskala besar pada Selasa, 16 Juni 2026, di Kampus IV UAD. Kegiatan dengan tema “Siaga Kebakaran, Selamatkan Jiwa” ini diinisiasi sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter dalam menghadapi situasi tanggap darurat, khususnya kebakaran di gedung bertingkat.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FK UAD dr. M. Junaidy Heriyanto, Sp.B, FINACS., yang menegaskan pentingnya kegiatan tahunan ini sebagai identitas dan keunggulan akademik kampus. “Simulasi akbar tahunan ini merupakan keunggulan FK UAD agar mahasiswa profesi siap memberikan bantuan nyata di daerah bencana sebelum mereka lulus,” ungkapnya.
Kegiatan yang diikuti oleh 144 peserta dari mahasiswa profesi serta beberapa mahasiswa tingkat sarjana ini dirancang berbasis praktik. Tujuannya adalah melatih kemampuan evakuasi mandiri, triase massal, penanganan korban, pemadaman api awal, hingga koordinasi lintas sektor menggunakan Incident Command System (ICS).
Rangkaian acara dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan tahapan Table Top Exercise (TTX), kemudian dilanjutkan dengan latihan keterampilan klinis berupa Skill Drill, dilanjutkan dengan tahapan Gladi Posko / Functional Exercise (FX), hingga puncaknya berupa simulasi lapangan secara realistis.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan berbagai mitra eksternal, di antaranya Komite Kesehatan Bencana (KKB) RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, Kepolosian Sektor Banguntapan, Public Safety Center (PSC) Bantul, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul, serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Kolaborasi berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran maupun bencana lainnya. Selain memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa profesi dokter, kegiatan ini juga menjadi sarana pengujian prosedur, komunikasi, dan koordinasi yang diperlukan dalam penanganan kejadian bencana secara terpadu.
Melalui simulasi kebencanaan ini, FK UAD berharap dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, kesiapsiagaan, dan kemampuan kolaboratif dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan serta mendukung upaya peningkatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana.
“Siaga Kebakaran, Selamatkan Jiwa” bukan sekadar tema, tetapi komitmen bersama untuk mengutamakan keselamatan jiwa melalui kesiapsiagaan, keterampilan, dan kerja sama yang efektif dalam setiap situasi darurat. (doc/Septia)
