Tim PkM UAD Tingkatkan Literasi Digital Guru melalui Generative AI

Tim PkM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tingkatkan literasi digital guru melalui generative AI (Foto. Tim PKM UAD)
Tim pengabdian dari Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan program literasi digital bertajuk “Peningkatan Kapasitas Guru SD se-Umbulharjo melalui Penggunaan Generative AI dalam Pembelajaran”. Program yang berlangsung sejak Februari hingga akhir Mei 2026 tersebut berhasil meningkatkan kapasitas digital guru secara signifikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Workshop I pada 28 Februari 2026 di Laboratorium Jaringan Informatika Kampus IV UAD. Pada sesi tersebut, para guru diperkenalkan dengan konsep dasar Generative AI (GenAI) serta teknik prompt engineering untuk membantu penyusunan draf Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum Merdeka secara lebih cepat dan efektif.
Setelah pelatihan tatap muka pertama, tim pelaksana melanjutkan pendampingan secara daring melalui grup WhatsApp selama satu bulan. Pendampingan tersebut dimanfaatkan para guru untuk berkonsultasi terkait kendala teknis saat menerapkan AI dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Tahap berikutnya dilaksanakan melalui Workshop II pada 4 April 2026 dengan fokus pada produksi media pembelajaran visual dan video interaktif. Para peserta memelajari penggunaan berbagai platform berbasis AI seperti Canva AI, Gemini, dan Google Flow untuk mendukung inovasi pembelajaran di kelas.
Program kemudian ditutup dengan pendampingan lanjutan hingga akhir Mei 2026 guna memastikan penggunaan teknologi AI tetap selaras dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam dunia pendidikan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Ali Tarmuji, didampingi anggota tim Eko Aribowo dan Nur Rochmah Dyah Pujiastuti, menyampaikan bahwa antusiasme guru SD Muhammadiyah di Umbulharjo sangat tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Tujuan pelatihan kami bukan menggantikan peran guru dengan AI, melainkan memosisikan AI sebagai asisten administratif yang produktif agar guru lebih fokus pada bimbingan moral dan karakter siswa,” ujar Ali.
Berdasarkan hasil evaluasi program, literasi kognitif guru terhadap AI meningkat dari 67,7% menjadi 92,7% berdasarkan pengukuran pre-test dan post-test. Selain itu, keterampilan praktis dalam menyusun perangkat ajar digital meningkat sebesar 26,2%, dengan total kenaikan kapasitas keberdayaan mitra mencapai 30,7% secara relatif.
Keberhasilan program ini mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD melalui skema PkM Reguler Tahun Akademik 2025/2026. Program tersebut diharapkan mampu membentuk komunitas belajar digital antarguru di wilayah Umbulharjo yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. (dnd)
