KKN UAD Kenalkan Eco-Enzyme sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan eco-enzyme sebagai solusi pengolahan sampah organik (Foto. KKN UAD)
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode 104 Unit I.C.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pelatihan dan praktik pembuatan eco-enzyme pada 29 Mei 2026, di RW 12, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang kreatif dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian, manfaat, dan tahapan pembuatan eco-enzyme, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung bersama masyarakat. Peserta diajarkan memilih bahan organik yang sesuai, mencampurkan bahan dengan komposisi yang tepat, serta memahami proses fermentasi hingga eco-enzyme siap digunakan.
Mahesa, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat selaku pemateri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah rumah tangga.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa sampah organik tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan pengolahan yang sederhana, limbah dapur dapat diubah menjadi eco-enzyme yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga maupun lingkungan,” ujar Mahesa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unit I.C.3, Ahmad Faizal Rangkuti, S.K.M., M.Kes. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi yang dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri. Harapannya, pengurangan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ketua RW 12 Sorosutan, Prof. Dr. H. Suwandi, S.Ag., M.Ag., M.Pd. mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang mudah diterapkan oleh warga. Kami berharap masyarakat dapat mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara rutin sehingga jumlah sampah organik dapat berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program pelatihan pembuatan eco-enzyme diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Mei)
